Polisi di luar lokasi penembakan massal di Robb Elementary, Texas, Amerika Serikat. Foto: The New York Times
Polisi di luar lokasi penembakan massal di Robb Elementary, Texas, Amerika Serikat. Foto: The New York Times

Polisi Texas Telat Satu Jam Respons Penembakan Massal di Sekolah

Fajar Nugraha • 27 Mei 2022 10:02
Uvalde: Polisi Texas, Amerika Serikat (AS) menghadapi pertanyaan penuh amarah pada Kamis 26 Mei 2022 tentang mengapa butuh satu jam untuk menetralisir pria bersenjata yang membunuh 19 anak kecil dan dua guru di Uvalde. Ini terungkap ketika video muncul dari orang tua yang putus asa memohon petugas untuk menyerbu sekolah.
 
Dalam satu klip mengejutkan, hampir tujuh menit yang diposting di YouTube, orang tua yang menanti sangat cemas karena penembakan di sekolah sedang berlangsung dengan anak-anak mereka di dalam. Para orangtua terlihat meneriakkan kata-kata kasar kepada polisi yang berusaha menjauhkan mereka dari Sekolah Dasar Robb.
 
"Ini putriku!" seorang wanita berteriak di tengah adegan tangis dan yang kacau.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Pelaku Penembakan Massal Texas Ungkapkan Rencananya di Facebook.
 
Angeli Rose Gomez, yang anak-anaknya berada di dalam sekolah mengatakan, kepada The Wall Street Journal bahwa dia diborgol oleh petugas federal setelah dia dan yang lainnya mendorong polisi untuk turun tangan.
 
Dalam video lain yang lebih pendek, orang tua di bagian belakang gedung mengeluh dengan marah bahwa polisi tidak melakukan apa-apa saat penembakan sekolah terburuk di negara itu dalam satu dekade sedang berlangsung.
 
Seorang wanita, panik tentang putranya, berteriak kepada polisi, "jika mereka mendapat tembakan, tembak dia atau apalah. Ayo."
 
Jacinto Cazares, yang putrinya Jacklyn meninggal pada insiden Selasa 27 Mei 2022 mengatakan, dia berlari ke sekolah ketika dia mendengar tentang penembakan itu.
 
"Setidaknya ada 40 anggota anggota bersenjata lengkap tetapi tidak melakukan apa-apa (sampai) semuanya sudah terlambat," kata Cazares kepada ABC News, Rabu.
 
"Situasinya bisa selesai dengan cepat jika mereka memiliki pelatihan taktis yang lebih baik,” ungkapnya.
 
Daniel Myers dan istrinya Matilda -,keduanya pendeta lokal,- mengatakan kepada AFP bahwa mereka melihat orang tua di tempat kejadian semakin panik ketika polisi tampaknya menunggu bala bantuan sebelum memasuki sekolah.
 
Halaman Selanjutnya
"Orang tua putus asa. Salah…
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif