Presiden AS Joe Biden berbicara dalam acara National Peace Officers Memorial Service di Washington, 15 Mei 2022. (TASOS KATOPODIS / Getty AFP)
Presiden AS Joe Biden berbicara dalam acara National Peace Officers Memorial Service di Washington, 15 Mei 2022. (TASOS KATOPODIS / Getty AFP)

Joe Biden Sebut Penembakan Massal Menodai Jiwa Amerika

Willy Haryono • 16 Mei 2022 06:48
Washington: Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden akan mengunjungi Buffalo, New York pada Selasa besok untuk bertemu keluarga dari korban penembakan massal di kota tersebut. Sabtu kemarin, penembakan massal di sebuah supermarket di Buffalo menewaskan 10 orang.
 
Kepada awak media pada hari Minggu, 15 April 2022, Biden mengatakan bahwa dirinya "belum" berbicara dengan keluarga korban, dan saat ini sedang "berusaha menyesuaikan jadwal" agar bisa pergi ke kota Buffalo.
 
Di hari yang sama, Biden mengaku telah berbicara dengan Gubernur New York Kathy Hochul via sambungan telepon.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Biden telah mengekspresikan ucapan belasungkawa kepada keluarga korban saat berpidato dalam acara National Peace Officers Memorial Service. Dalam kesempatan itu, ia menerima informasi seputar perkembangan terbaru penembakan di Buffalo.
 
"Kami masih mengumpulkan fakta-fakta terkait, tapi Departemen Kehakiman telah menyatakan secara publik bahwa penembakan ini diinvestigasi sebagai kejahatan kebencian, aksi supremasi kulit putih dan ekstremisme bermotif rasial," ujar Biden, dikutip dari CNN.
 
"Kita semua harus bekerja bersama dalam menangani kebencian yang masih menjadi noda di jiwa negara Amerika. Sekali lagi, hati kita menjadi berat, tapi tekad kita tidak boleh tergoyahkan," sambungnya.
 
Penembakan di supermarket Tops di Buffalo diketaui dilakukan seorang pemuda kulit putih. Pelaku diketahui pernah menulis manifesto rasis.
 
“Payton S. Gendron, seorang pria kulit putih berusia 18 tahun telah memposting manifesto penuh kebencian secara online yang mencakup akun tentang perencanaan terperinci untuk serangan itu. Dia juga memberikan penjelasan tentang motifnya dan inspirasinya,” menurut seorang pejabat senior penegak hukum federal, seperti dikutip The New York Times.
 
Penembakan massal tersebut merupakan pembantaian terbaru yang didorong oleh ideologi supremasi kulit putih, menyusul aksi kekerasan serupa dalam beberapa tahun terakhir dari El Paso, Texas, hingga Christchurch, Selandia Baru.
 
Baca:  Pelaku Penembakan AS Terinspirasi Pelaku Penyerangan Masjid di Selandia Baru
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif