Pertemuan negara kaya G7 di Jerman. Foto: AFP
Pertemuan negara kaya G7 di Jerman. Foto: AFP

AS Umumkan Sanksi Baru dari G7 yang Menargetkan Sektor Pertahanan Rusia

Fajar Nugraha • 27 Juni 2022 18:05
Berlin: Amerika Serikat (AS) pada Senin mengumumkan sanksi baru dari kelompok negara kaya G7 yang menargetkan industri pertahanan Rusia. Sanksi itu dikeluarkan dalam upaya untuk melumpuhkan kemampuan Kremlin untuk mempertahankan mesin militer selama invasi ke Ukraina.
 
“Para pemimpin G7 akan menyelaraskan dan memperluas sanksi yang ditargetkan untuk lebih membatasi akses Rusia, ke teknologi Barat yang dapat mendukung industri senjata Rusia,” kata Gedung Putih, seperti dikutip AFP, Senin 27 Juni 2022.
 
“AS juga akan secara agresif menargetkan rantai pasokan pertahanan Rusia dan membatasi kemampuan mereka untuk mengganti peralatan militer yang telah hilang selama perang brutalnya,” jelas pihak Gedung Putih.

Kekurangan pangan

Kantor Perdana Menteri Inggris, Downing Street mengatakan PM Boris Johnson akan menyerukan "tindakan segera" untuk membuat ekspor sereal penting Ukraina bergerak lagi. Ekspor tersebut sebelumnya tertahan oleh blokade Rusia dari pelabuhan-pelabuhan kunci.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dengan jutaan ton biji-bijian terperangkap dalam silo (tempat penampungan), kekhawatiran berkembang bahwa negara-negara Afrika yang sangat bergantung pada ekspor Ukraina dapat menghadapi kelaparan.
 
Negara-negara non-G7 Argentina, Indonesia, India, Senegal dan Afrika Selatan telah diundang untuk bergabung dalam KTT G7 mulai Senin.
 
Baca: Kunjungan Jokowi ke Rusia dan Ukraina Dinilai Bawa Misi Mulia.

 
Presiden Joko Widodo (Jokowi), yang akan menjadi tuan rumah KTT G20 pada November, mengatakan bahwa dia berencana menggunakan perjalanan itu untuk juga mengunjungi Ukraina dan Rusia dalam beberapa hari mendatang untuk meminta Putin dan Zelensky membuka dialog untuk perdamaian.
 
Indonesia, seperti kebanyakan negara berkembang utama, telah mencoba untuk mempertahankan posisi netral, dan Jokowi tidak tunduk pada tekanan Barat untuk mengecualikan Putin dari pertemuan November.

Mengintimidasi Ukraina

Di lapangan di Ukraina, Wali Kota Kiev Vitali Klitschko mengatakan, serangan rudal hari Minggu di kota itu adalah upaya Rusia untuk "mengintimidasi Ukraina" menjelang pertemuan NATO.
 
Penduduk yang menangis menceritakan saat rudal menghantam.
 
"Saya terbangun saat ledakan pertama, pergi ke balkon dan melihat rudal jatuh dan mendengar ledakan besar semuanya bergetar," kata Yuri, 38 tahun, kepada AFP, yang menolak menyebutkan nama keluarganya.
 
Rusia membantah telah mengenai sasaran sipil, bagaimanapun, mengatakan pasukannya telah menyerang pabrik senjata Artyom di lingkungan itu.
 
Biden mengutuk serangan di Kiev sebagai "barbarisme".
 
Kanselir Jerman dan tuan rumah KTT G7 Olaf Scholz mengatakan, serangan itu menunjukkan lagi "bahwa adalah benar untuk berdiri bersama dan mendukung Ukraina".
 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif