Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman saat berada di Jeddah, 4 Desember 2021. (Thomas SAMSON / AFP)
Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman saat berada di Jeddah, 4 Desember 2021. (Thomas SAMSON / AFP)

Putra Mahkota Arab Saudi Kecam Penasihat Biden Terkait Khashoggi

Internasional Amerika Serikat arab saudi joe biden Jamal Khashoggi Mohammed Bin Salman
Medcom • 20 April 2022 16:29
New York: Putra mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman (MBS) ternyata pernah mendamprat penasihat keamanan nasional Amerika Serikat (AS) Jake Sullivan dalam rapat tahun lalu. Peristiwa terjadi saat Sullivan menyinggung pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi.
 
Menurut laporan The Wall Street Journal (WSJ), dikutip dari Insider, Rabu, 20 April 2022, argumen antar keduanya terjadi September lalu. Saat itu, MBS dan Sullivan baru pertama kali bertemu sejak Joe Biden menjadi presiden AS.
 
Meski putra mahkota awalnya ingin membawa kesan "santai" dalam pertemuan itu, namun ia "akhirnya berteriak kepada Sullivan setelah diangkatnya isu pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi tahun 2018,” ungkap WSJ.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Pangeran mengatakan kepada Sullivan bahwa ia tidak mau membahas masalah itu lagi," ucap sumber yang dekat dengan diskusi terkait kepada WSJ
 
AS pun diminta sang pangeran untuk "melupakan permintaan meningkatkan produksi minyak."
 
Khashoggi, 59, merupakan kolumnis senior di media Washington Post. Ia dikenal atas kritiknya terhadap Kerajaan Arab Saudi. Pada 2 Oktober 2018, ia dibunuh dan dimutilasi di Konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki, setelah pergi ke sana untuk mengurus dokumen pernikahan.
 
Agensi Intelijen Pusatt AS (CIA) menyebutkan sekitar sebulan kemudian, bahwa MBS secara langsung telah memerintahkan pembunuhan Khashoggi.
 
Baca:  Eks Mata-mata Saudi Bocorkan Perilaku Bengis Putra Mahkota Mohammed bin Salman
 
Laporan WSJ pada Selasa lalu merinci hancurnya hubungan antara AS dengan Arab Saudi dalam beberapa tahun terakhir. Perpecahan itu semakin parah sejak Rusia meluncurkan invasi besar-besaran terhadap Ukraina di bulan Februari.
 
AS dan negara barat lainnya mendorong kerajaan tersebut untuk meningkatkan produksi minyak mentah agar dapat menutup lonjakan harga minyak, juga untuk menekan supaya dana perang Rusia berkurang. Namun, Arab Saudi sejauh ini menolak melakukannya, dan tetap berpihak kepada Rusia. (Kaylina Ivani)
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif