Mobil kepresidenan yang ditumpangi Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden, tiba di Swiss. Foto: AFP
Mobil kepresidenan yang ditumpangi Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden, tiba di Swiss. Foto: AFP

Tiba di Jenewa, Biden Siap untuk Pertemuan dengan Putin

Renatha Swasty • 16 Juni 2021 06:05
Jenewa: Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mendarat pada Selasa 15 Juni di Jenewa, Swiss pada malam pertemuan puncak pertamanya dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Ini adalah sebuah pertemuan yang Gedung Putih harapkan akan menetapkan ‘garis merah’ yang jelas untuk mencegah hubungan AS-Rusia yang mudah terbakar dari kemerosotan lebih lanjut.
 
“Saya selalu siap,” kata Biden kepada wartawan sambil tersenyum, ketika ditanya apakah dia siap untuk pertemuan yang menegangkan itu.
 
Biden dan Putin akan bertemu selama berjam-jam pada Rabu di sebuah kompleks vila yang elegan di Jenewa. Pengaturan ini yang mengingatkan pada KTT Perang Dingin antara Ronald Reagan-Mikhail Gorbachev di kota Swiss pada 1985.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pembicaraan di vila La Grange diperkirakan akan dimulai Rabu 16 Juni sekitar pukul 1.00 siang waktu setempat dan berlangsung selama lima jam. Menggambarkan dinginnya sesi, kedua pemimpin tidak akan berbagi makanan apa pun.
 
"Tidak akan ada pemecahan roti," kata seorang pejabat senior AS di atas Air Force One, yang berbicara dengan syarat anonim, seperti dikutip AFP, Rabu 16 Juni 2021.
 
Salah satu dari sedikit hal yang dapat disepakati oleh kedua belah pihak adalah bahwa hubungan Rusia-AS berada di titik terendah sejak kebuntuan Negara Adidaya AS-Soviet.
 
Kali ini, ketegangan bukan tentang senjata nuklir strategis dan ideologi yang bersaing daripada apa yang dilihat pemerintahan Biden sebagai negara Rusia yang semakin nakal dan otoriter.
 
Dari serangan dunia maya terhadap entitas AS dan campur tangan dalam dua pemilihan presiden AS terakhir, hingga pelanggaran hak asasi manusia dan agresi terhadap Ukraina dan negara-negara Eropa lainnya, daftar tuduhan AS terhadap Kremlin sangat panjang.
 
Putin, dalam sebuah wawancara dengan NBC menjelang KTT, mencemooh tuduhan AS.
 
Selain menyangkal hubungan apa pun dengan apa yang dikatakan AS sebagai geng peretasan dan ransomware yang berbasis di Rusia, Putin menolak terlibat dalam kematian banyak lawannya selama dua dekade berkuasa.
 
Read All



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif