Ilustrasi vaksin eksperimental covid-19. (AFP)
Ilustrasi vaksin eksperimental covid-19. (AFP)

Vaksin Sanofi Diklaim Bisa Bertahan di Lemari Es Biasa

Internasional Virus Korona pandemi covid-19 vaksin covid-19
Marcheilla Ariesta • 16 November 2020 13:59
Paris: Vaksin virus korona (covid-19) yang tengah dikembangkan perusahaan farmasi Sanofi diklaim tidak perlu disimpan dalam ruang pendingin super. Kepala perusahaan pusat Sanofi di Paris, Olivier Bogillot, mengatakan bahwa lemari es biasa sudah cukup untuk menjadi tempat penyimpanan vaksin buatannya.
 
Komentar Bogillot muncul beberapa hari setelah raksasa farmasi Amerika Serikat, Pfizer, yang bermitra dengan perusahaan Jerman, BioNTech, mengumumkan bahwa vaksin mereka terbukti 90 persen efektif dalam mencegah infeksi covid-19.
 
Dilansir dari laman AFP, Senin, 16 November 2020, vaksin Pfizer harus disimpan pada suhu minus 70 derajat Celcius. Jika tidak, vaksin tersebut akan hancur. Tempat penyimpanan vaksin Pfizer berada jauh di luar kemampuan lemari es di kebanyakan rumah sakit.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Rachel Silverman, peneliti kebijakan di Center for Global Development, telah memperingatkan bahwa mempertahankan 'rantai super dingin' vaksin Pfizer dari pabrik ke tangan manusia merupakan tantangan logistik yang sangat besar, bahkan untuk negara-negara Barat.
 
"Vaksin kami ini akan menjadi seperti vaksin flu. Anda dapat menyimpannya di lemari es Anda," kata Bogillot, mempromosikan vaksin yang dikembangkan perusahaannya.
 
"Ini akan menjadi keuntungan bagi beberapa negara," tambahnya.
 
Vaksin Sanofi merupakan salah satu dari banyak vaksin covid-19 yang tengah dikembangkan. Bogillot memperkirakan vaksin Sanofi dapat tersedia untuk didistribusikan ke masyarakat luas pada Juni 2021.
 
Hasil uji klinis tahap 2 vaksin Sanofi yang melibatkan ratusan orang akan dipublikasikan pada awal Desember. "Jika hasil positif, maka akan dilanjutkan ke uji klinis tahap 3 yang melibatkan ribuan orang. Kami akan melakukannya bersamaan dengan produksi massal," imbuh dia.
 
Sebanyak 11 vaksin covid-19 yang sedang dikembangkan saat ini telah mulai melakukan uji klinis fase 3. Bogillot menuturkan, vaksin Pfizer memang selangkah lebih maju dalam proses pengembangan. Namun ia menekankan, satu laboratorium saja tidak akan mampu menyediakan dosis untuk seluruh warga dunia.
 
"Kita harus memiliki beberapa pemenang di akhir 'perlombaaan' ini," seru Bogillot.
 
"Vaksin yang kami kembangkan juga akan tersedia dengan harga terjangkau," tuturnya tanpa memberikan detail.
 
Baca:Pakar: Vaksin Penting Tingkatkan Imunitas Tubuh
 
(WIL)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif