Meletusnya gunung berapi ini meningkatkan ancaman terhadap lalu lintas udara di sekitar Kamchatka.
Tim Penanggulangan Letusan Gunung Berapi Kamchatka (KVERT) mengeluarkan Pemberitahuan Pengamatan Gunung Berapi untuk Penerbangan.
"Kami mencatat bahwa semburan abu setinggi 15 kilometer dapat terjadi kapan saja," kata KVERT, dilansir dari Deutsche Welle.
"Aktivitas yang sedang berlangsung dapat memengaruhi penerbangan internasional dan pesawat yang terbang rendah,” sambungnya.
Abu letusan gunung berapi Shiveluch melayang ke barat dan selatan, berdasarkan laporan Survei Geofisika Akademi Ilmu Pengetahuan Rusia. Kamchatka memiliki sekitar 160 gunung berapi.
Otoritas setempat telah menutup sekolah sebagai langkah antisipasi keamanan guru dan murid. "Pemerintah juga memerintahkan penduduk di desa terdekat untuk tetap tinggal di dalam rumah," kata kepala wilayah kota Ust-Kamchatsky Oleg Bondarenko.
Semenanjung Kamchatka di Samudra Pasifik utara memiliki sekitar 160 gunung berapi, tetapi hanya sekitar 24 yang aktif. UNESCO mendaftarkan Gunung Berapi Kamchatka sebagai Situs Warisan Budaya Dunia.
Salah satu gunung berapi terbesar dan paling aktif di Kamchatka adalah Shiveluch. Gunung itu diperkirakan pernah 60 kali meletus dahsyat dalam 10.000 tahun terakhir. Letusan terakhir di Shiveluch terjadi di tahun 2007.
Baca juga: Erupsi Gunung Agung, Rusia Imbau Warganya untuk Hati-hati
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News