Indonesia menjadi Presiden Dewan Keamanan PBB selama Agustus. Foto: AFP
Indonesia menjadi Presiden Dewan Keamanan PBB selama Agustus. Foto: AFP

AS Veto Resolusi Indonesia Terkait Anggota ISIS Asing

Internasional isis indonesia di pbb indonesia-pbb
Fajar Nugraha • 01 September 2020 13:12
New York: Amerika Serikat (AS) memveto resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) yang dapat menentukan nasib mereka yang terlibat dalam kegiatan terkait terorisme. Ini terkait perbedaan dalam masalah pemulangan anggota Islamic State (ISIS) asing.
 
Resolusi Dewan Keamanan PBB ditujukan untuk menuntut, merehabilitasi dan mengintegrasikan kembali mereka yang terlibat dalam kegiatan terkait terorisme. AS mengatakan telah melewatkan bagian penting tentang pemulangan pejuang asing kelompok ekstremis ISIS dan keluarga mereka.
 
"Resolusi yang diajukan Indonesia, yang seharusnya dirancang untuk memperkuat tindakan internasional terhadap kontraterorisme, lebih buruk daripada tidak ada resolusi sama sekali," kata Duta Besar AS untuk PBB Kelly Craft, seperti dikutip DW, Selasa 1 September 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Seperti diketahui, selama Agustus ini, Indonesia menjadi Presiden DK PBB. Pemungutan suara terakhir menunjukkan 14 anggota DK PBB mendukung resolusi dan AS mengeluarkan vetonya.
 
“Resolusi tersebut gagal menyertakan referensi langkah pertama yang dinilai penting. Seperti repatriasi (anggota ISIS asing) ke negara asal,” jelas Craft.
 
AS telah menyerukan para pejuang asing untuk diadili dan direhabilitasi di negara asalnya. Namun, negara-negara Eropa, termasuk Inggris dan Prancis, belum berbagi antusiasme AS atas kekhawatiran tentang reaksi publik atau serangan baru di tanah mereka. Negeri Paman Sam juga menyebutkan kesulitan dalam mengumpulkan bukti kejahatan yang terjadi di Irak dan Suriah.
 
Dalam kasus keluarga anggota ISIS, rancangan resolusi menyerukan "kembalinya anak-anak ke negara asalnya, sebagaimana mestinya dan berdasarkan kasus per kasus."

Kamp untuk ISIS


Hingga kini kelompok ISIS kehilangan kendali atas sebagian besar wilayah di Suriah, sebagian besar Pasukan Demokratik Suriah (SDF) Kurdi telah menahan ribuan pejuang asing di bagian timur laut negara itu. Kamp-kamp besar juga menampung ribuan wanita dan anak-anak, kebanyakan anggota keluarga tersangka pejuang.
 
PBB telah menyatakan keprihatinannya atas kondisi di kamp-kamp kumuh ini, yang diketahui penuh sesak. Resolusi dini untuk masalah anggota asing dan keluarga mereka sangat penting untuk mencegah kebangkitan kembali kegiatan teroris.
 
"Kami menyesal resolusi itu tidak diadopsi. Kami bekerja erat dengan mitra internasional untuk mengurangi risiko yang ditimbulkan kepada kami secara kolektif oleh pejuang asing,” kata Juru Bicara Kantor Luar Negeri Inggris setelah veto.

Balas dendam?

Ulah AS seperti bentuk balas dendam ketika Duta Besar Dian Triansyah Djani, yang menjabat Presiden Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Agustus, menolak permintaan Amerika Serikat yang ingin memberlakukan kembali semua sanksi PBB terhadap Iran. Pengumuman disampaikan Dubes Djani dalam merespons seruan mengenai jajak pendapat 11 negara isu sanksi Iran.
 
Baca: Dubes RI di DK PBB Tolak Permintaan AS soal Sanksi Iran.
 
"Setelah menghubungi dan menerima surat dari banyak negara anggota, sudah jelas bagi saya bahwa ada satu anggota yang memiliki posisi khusus dalam isu ini. Sementara banyak negara anggota memiliki beragam pandangan," ujar Dubes Djani, dilansir dari lamanCGTN, Rabu 26 Agustus 2020.
 
"Dalam pandangan saya, tidak ada konsensus di dewan. Oleh karenanya, presiden (DK PBB) tidak berada dalam posisi untuk mengambil langkah selanjutnya," sambung dia, saat itu.
 
Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo menegaskan bahwa negaranya memiliki hak untuk "mengembalikan" sanksi PBB meski Presiden Donald Trump sudah menarik diri dari perjanjian nuklir 2015 yang dibuat antara Iran dan enam negara besar.
 
Pompeo menekankan kembali seruan memulihkan sanksi Iran dalam sebuah tulisan di Twitter saat dirinya mengunjungi Israel.
 
(FJR)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif