Presiden Prancis Emmanuel Macron bertemu dengan para pendukungnya. Foto: AFP.
Presiden Prancis Emmanuel Macron bertemu dengan para pendukungnya. Foto: AFP.

Penampar Presiden Prancis Bisa Hadapi Hukum 3 Tahun Penjara

Internasional prancis politik prancis Emmanuel Macron
Marcheilla Ariesta • 10 Juni 2021 19:18
Paris: Pria yang menampar Presiden Prancis Emmanuel Macron mengakui tindakannya tanpa dipikirkan terlebih dahulu. Pria bernama Damien itu ditahan sejak insiden pada Selasa lalu dan diperkirakan akan dihukum karena menyerang presiden.
 
Pengakuannya dapat membuatnya dihukum penjara maksimum tiga tahun dan didenda USD55 ribu (setara Rp784 juta). Hal ini bisa berlaku meskipun pengadilan akan mempertimbangkan catatan kriminal bersih terdakwa dan ekspresi penyesalan apapun.
 
"Dia mengatakan bertindak secara naluriah dan tanpa berpikir untuk mengungkapkan kekesalannya," kata pernyataan kantor kejaksaan setempat, dilansir dari AFP, Kamis, 10 Juni 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Damien digambarkan oleh teman-temannya sebagai orang yang pemalu dan pendiam. Ia mengatakan kepada penyelidik jika bersimpati dengan pengunjuk rasa rompi kuning anti pemerintah.
 
Penduduk desa Saint-Villier yang berambut panjang, yang tidak memiliki profesi tetap itu, sangat menyukai sejarah abad pertengahan dan seni bela diri. Ia meneriakkan slogan royalis lama saat memukul presiden.
 
Temannya, Arthur, ditangkap pada saat yang sama setelah mendokumentasikan penamparan tersebut. "Tapi ia tidak akan didakwa atas insiden tersebut," kata jaksa.
 
Baca juga: Presiden Prancis Emmanuel Macron Ditampar Warga
 
Macron mengabaikan serangan itu, menyebutnya sebagai "peristiwa yang terisolasi", dan dia telah bersumpah untuk terus bertemu para pemilih meskipun ada kekhawatiran akan keamanan pribadinya.
 
Para pemimpin di seluruh spektrum politik telah menunjukkan persatuan yang langka dalam mengutuk insiden itu. Banyak yang melihatnya sebagai gejala dari iklim politik yang penuh dan penurunan debat publik hanya beberapa minggu dari pemilihan daerah dan 10 bulan dari pemilihan presiden.
 
Macron diperkirakan akan mencalonkan diri untuk masa jabatan kedua tahun depan. Jajak pendapat menunjukkan dia memegang keunggulan tipis atas saingan utamanya, pemimpin sayap kanan Marine Le Pen.
 
(WAH)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif