Presiden Chile Gabriel Boric di Santiago, 6 September 2022. (Martin BERNETTI / AFP)
Presiden Chile Gabriel Boric di Santiago, 6 September 2022. (Martin BERNETTI / AFP)

Presiden Chile Rombak Kabinet Usai Kalah di Referendum Konstitusi

Willy Haryono • 07 September 2022 13:08
Santiago: Presiden Chile Gabriel Boric mengganti enam menterinya dalam skema perombakan kabinet pada Selasa, 6 September. Hal itu ia lakukan usai warga Chile menolak konstitusi baru melalui sebuah referendum di akhir pekan.
 
Enam bulan menjabat presiden, Boris mengumumkan pengganti menteri dalam negeri, kesehatan, energi, sains, dan sosial. Ia juga mengganti sekretaris jenderal yang bertujuan mengawasi agenda legislatif presiden.
 
"Warga Chile semua, saya ingin kalian mengetahui bahwa saya melakukan perombakan kabinet ini demi negara. Hal ini memang menyakitkan karena merupakan hal penting," ujar Boric, dikutip dari laman Anadolu Agency, Rabu, 7 September 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Perombakan dilakukan di tengah ketegangan di Chile. Beberapa blok dari istana kepresidenan Chile di Santiago, sekelompok mahasiswa terlibat bentrok dengan aparat keamanan. Petugas merespons dengan menggunakan meriam air dan gas air mata.
 
Ratusan orang turun ke jalan dalam memprotes hasil referendum, di mana 62 persen pemilih terdaftar menolak konstitusi baru. Didukung oleh Boric, konstitusi baru Chile berisi penegakan hak-hak kesetaraan gender, hak masyaraat adat, perluasan perlindungan sosial dan seputar lingkungan hidup.
 
Chile selama ini dipandang sebagai benteng konservatisme dan kebijakan ekonomi berbasis mekanisme pasar. Semangat dari konstitusi baru adalah menghapus persepsi semacam itu menuju era progresif.
 
Hampir 80 persen warga Chile memilih untuk membuat kerangka konstitusi baru pada Oktober 2020. Majelis tinggi beranggotakan 155 pejabat, yang sebagian besarnya berhaluan independen dan progresif, kemudian memulai menyusunnya pada Mei di tahun yang sama dan selesai tahun ini.
 
Namun antusiasme konstitusi baru menyusut karena perekonomian Chile terimbas pandemi Covid-19, laju inflasi, dan jatuhnya nilai mata uang Chile. Hal-hal itu menjadi pukulan bagi dorongan konstitusi baru dan pendukungnya.
 
Baca:  Warga Chile Sepakat Tolak Konstitusi Baru

 
(WIL)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif