Finlandia dan Swedia berupaya bergabung dengan NATO. Foto: AFP
Finlandia dan Swedia berupaya bergabung dengan NATO. Foto: AFP

Gegara Al-Quran Dibakar, Finlandia Pertimbangkan Gabung NATO Tanpa Swedia

Fajar Nugraha • 24 Januari 2023 17:58
Helsinki: Finlandia harus mempertimbangkan untuk bergabung dengan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) tanpa Swedia. Ini disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Finlandia Pekka Haavisto.
 
Komentar Menlu Haavisto pada Selasa 24 Januari 2023, muncul setelah Turki mengindikasikan tidak akan menyetujui tawaran Swedia menyusul pembakaran Al-Quran di luar kedutaan mereka di Stockholm.
 
“Kita harus menilai situasinya, apakah sesuatu telah terjadi yang dalam jangka panjang akan mencegah Swedia untuk maju,” kata Menteri Luar Negeri Pekka Haavisto kepada kantor berita YLE, seperti dikutip Al Arabiya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Haavisto menambahkan bahwa “terlalu dini untuk mengambil sikap tentang itu sekarang dan bahwa kesepakatan bersama aplikasi tetap menjadi opsi pertama".
 
Baca: Kecam Swedia atas Pembakaran Al-Qur'an, Erdogan: Jangan Harap Bisa Masuk NATO.

Sebelumnya, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan memperingatkan Swedia untuk tidak mengharapkan dukungan untuk upayanya menjadi anggota NATO menyusul protes akhir pekan di Stockholm oleh aktivis anti-Islam dan kelompok pro-Kurdi.
 
Tawaran bersejarah Swedia dan Finlandia untuk bergabung dengan aliansi tersebut membutuhkan persetujuan dari semua anggota NATO yang ada, termasuk Turki. Sejauh ini Turki memblokir ekspansi tersebut, dengan mengatakan Swedia secara khusus perlu menindak militan Kurdi yang diasingkan dan simpatisan mereka.
 
Hingga saat ini, Swedia dan Finlandia telah berkomitmen untuk bergabung bersama aliansi tersebut, tetapi komentar Haavisto tampaknya menunjukkan bahwa Finlandia sedang mempertimbangkan untuk melanjutkan tanpa tetangga Nordiknya.
 
"Kami menghubungi Finlandia untuk mencari tahu apa yang sebenarnya dimaksud," kata Menteri Luar Negeri Swedia Tobias Billström dalam sebuah pernyataan kepada The Associated Press.
 
“Swedia menghormati kesepakatan antara Swedia, Finlandia dan Turki mengenai keanggotaan NATO kami. Kami telah melakukannya sejauh ini dan kami akan terus melakukannya,” imbuhnya.
 
Dalam nota kesepahaman yang ditandatangani oleh ketiga negara pada KTT NATO tahun lalu, Swedia dan Finlandia berkomitmen untuk tidak mendukung kelompok militan Kurdi dan mencabut embargo senjata terhadap Turki yang diberlakukan setelah serangannya di Suriah utara pada 2019.
 
Demonstrasi pro-Kurdi dan anti-Turki di Stockholm telah memperumit prosesnya. Pada Sabtu, aktivis sayap kanan dari Denmark Rasmus Paludan melakukan protes di luar Kedutaan Besar Turki di Stockholm di mana dia membakar Al-Quran. Adapun demonstrasi terpisah pro-Kurdi diadakan Sabtu malam di ibu kota Swedia tersebut.
 
Pemerintah Swedia telah mencoba menjauhkan diri dari demonstrasi, sambil bersikeras bahwa protes semacam itu diperbolehkan berdasarkan kebebasan berbicara.
 
Turki menanggapi protes dengan marah, membatalkan rencana kunjungan menteri pertahanan Swedia ke Ankara. Protes diadakan di luar misi diplomatik Swedia di Ankara dan Istanbul.
 

 

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun Google News Medcom.id

 
(FJR)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif