Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. (Adem ALTAN / AFP)
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. (Adem ALTAN / AFP)

Kecam Swedia atas Pembakaran Al-Qur'an, Erdogan: Jangan Harap Bisa Masuk NATO

Willy Haryono • 24 Januari 2023 12:07
Istanbul: Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan memperingatkan Swedia untuk tidak lagi mengharapkan dukungan Ankara untuk bisa bergabung ke Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO), menyusul pembakaran Al-Qur'an oleh politikus Rasmus Paludan di Stockholm akhir pekan kemarin.
 
Dalam beberapa bulan terakhir, Finlandia dan Swedia telah mengajukan permohonan untuk bisa masuk ke aliansi NATO. Namun syarat untuk bisa masuk adalah dukungan dari semua negara anggota, termasuk Turki.
 
Kecaman Erdogan semakin menjauhkan prospek kedua negara tersebut untuk bergabung ke NATO. Finlandia dan Swedia ingin masuk NATO setelah terjadinya invasi Rusia ke Ukraina pada Februari 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Berbeda dari Erdogan, Perdana Menteri Hongaria Viktor Orban berjanji bahwa parlemennya akan menyetujui proposal kedua negara Nordik itu bulan depan.
 
Sejumlah pihak menilai kecaman keras Erdogan dilayangkan demi memperkuat basis pemilih nasionalis jelang pemilihan umum parlemen dan presiden Turki pada Mei mendatang.
 
"Swedia tidak perlu mengharapkan dukungan dari kami untuk (keanggotaan) NATO," kata Erdogan dalam tanggapan resmi pertamanya terhadap tindakan membakar Al-Qur'an oleh Rasmus Paludan.
 
Pemerintah Swedia ikut terkena kecaman karena memberi izin kepada Paludan untuk melakukan aksi kontroversialnya tersebut.
 
"Sudah jelas bahwa mereka yang melakukan perbuatan buruk di depan gedung kedutaan kita, tidak perlu mengharapkan kebaikan dari kita terkait permohonan menjadi anggota NATO," tegas Erdogan, dikutip dari laman Malay Mail, Selasa, 24 Januari 2023
 
Swedia bereaksi dengan sangat hati-hati terhadap pernyataan terbaru dari orang nomor satu di Turki.
 
"Saya tidak bisa mengomentari pernyataan malam ini. Pertama, saya ingin memahami dengan tepat apa yang dikatakan," kata Menteri Luar Negeri Tobias Billstrom kepada kantor berita Swedia TT.
 
Sebelumnya, Billstrom mengecam Islamofobia yang terlihat dari aksi Paludan di Stockholm. Ia menegaskan bahwa Swedia memang menjunjung tinggi kebebasan berekspresi, namun bukan berarti mendukung opini yang disampaikan pihak-pihak tertentu di dalamnya.
 
Baca juga:  Rasmus Paludan Kembali Bakar Al-Qur'an, Dubes RI: Politikus Tidak Waras!
 
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun Google News Medcom.id
 
(WIL)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif