Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador. (AFP)
Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador. (AFP)

Meksiko Dorong AS Lakukan Reformasi Keimigrasian

Willy Haryono • 19 Januari 2021 12:53
Mexico City: Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador mendorong Amerika Serikat untuk melakukan reformasi besar-besaran dalam kebijakan keimigrasian. Pernyataan disampaikan saat ribuan imigran asal Honduras dihalangi kepolisian Guatemala dalam perjalanan menuju AS.
 
Lopez Obrador berharap presiden terpilih AS Joe Biden nantinya sepakat bekerja sama dengan Meksiko dan negara-negara lain dalam menyelesaikan isu keimigrasian.
 
Sekitar 7.000 imigran, sebagian besar dari Honduras, telah memasuki Guatemala. Sekelompok lainnya dihalau masuk, karena mayoritas tidak membawa hasil tes negatif virus korona (covid-19) seperti yang diwajibkan otoritas Guatemala.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca:  Bubarkan Ribuan Imigran, Polisi Guatemala Gunakan Gas Air Mata
 
Dari Guatemala, para imigran berharap dapat berjalan kaki ke Meksiko untuk kemudian mencapai perbatasan AS.
 
Setiap tahunnya, puluhan ribu imigran asal negara-negara Amerika Tengah berusaha mencapai AS dengan berjalan kaki. Kelompok imigran ini kerap disebut sebagai "karavan."
 
Para imigran Amerika Tengah mengaku ingin ke AS untuk mencari kehidupan yang lebih baik. Sebagian besar dari mereka mengaku sudah tidak kuat dan ingin lari dari kemiskinan, aksi kekerasan, serta persekusi.
 
"Saya rasa sudah waktunya (bagi AS) untuk memenuhi komitmen (reformasi keimigrasian), dan hal itulah yang kami harapkan," tutur Lopez Obrador, dilansir dari laman BBC pada Selasa, 19 Januari 2021.
 
"Dalam kampanye Joe Biden, ia menawarkan finalisasi reformasi keimigrasian, dan saya berharap dia mampu mencapainya," lanjut sang presiden.
 
Ia mengatakan pemerintah Meksiko akan mencoba merayu para imigran untuk tidak menyeberang ke Meksiko. Namun Lopez Obrador juga menekankan bahwa hak-hak semua imigran harus tetap dihormati.
 
Senin kemarin, pasukan keamanan Guatemala membubarkan sekitar 4.000 imigran asal Honduras di dekat kota Vado Hondo. Dalam membubarkan para imigran, polisi sempat menggunakan gas air mata.
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif