Presiden Rusia Vladimir Putin. Foto: AFP
Presiden Rusia Vladimir Putin. Foto: AFP

Sebelum Temui Jokowi, Putin Lakukan Perjalanan Pertama ke Luar Negeri Usai Invasi

Fajar Nugraha • 27 Juni 2022 06:31
Moskow: Presiden Rusia Vladimir Putin akan mengunjungi dua negara kecil bekas pecahan Uni Soviet di Asia Tengah minggu ini, televisi pemerintah Rusia melaporkan pada Minggu 26 Juni 2022. Ini adalah perjalanan pertama pemimpin Rusia itu ke luar negeri sejak memerintahkan invasi ke Ukraina.
 
Invasi Rusia pada 24 Februari telah menewaskan ribuan orang, membuat jutaan lainnya kehilangan tempat tinggal dan menyebabkan sanksi keuangan yang berat dari Barat.
 
Pada kunjungan ini menurut Putin adalah alasan untuk membangun hubungan perdagangan yang lebih kuat dengan kekuatan lain seperti Tiongkok, India, dan Iran.
 
Baca: Jokowi akan Bujuk Zelensky dan Putin Membuka Ruang Dialog.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Putin akan mengunjungi Tajikistan dan Turkmenistan dan kemudian bertemu dengan Presiden Indonesia Joko Widodo untuk melakukan pembicaraan di Moskow,” ujar koresponden Kremlin dari stasiun televisi pemerintah, Rossiya 1, Pavel Zarubin, seperti dikutip dari The Straits Times, Senin 27 Juni 2022.
 
“Di Dushanbe, Putin akan bertemu Presiden Tajik Imomali Rakhmon, sekutu dekat Rusia dan penguasa terlama di bekas negara Soviet. Di Ashgabat, dia akan menghadiri pertemuan puncak negara-negara Kaspia termasuk para pemimpin Azerbaijan, Kazakhstan, Iran dan Turkmenistan,” imbuh Zarubin.
 
Sementara kantor berita RIA mengutip Valentina Matviyenko, ketua majelis tinggi parlemen Rusia mengatakan, Putin juga berencana mengunjungi kota Belarusia, Grodno pada 30 Juni dan 1 Juli untuk mengambil bagian dalam forum dengan Presiden Belarusia Alexander Lukashenko.
 
Perjalanan terakhir Putin yang diketahui di luar Rusia adalah kunjungan ke Beijing pada awal Februari, di mana ia dan Presiden Tiongkok Xi Jinping meluncurkan perjanjian persahabatan "tanpa batas" beberapa jam sebelum keduanya menghadiri upacara pembukaan Olimpiade Musim Dingin.
 
Rusia mengatakan telah mengirim pasukan ke Ukraina pada 24 Februari untuk menurunkan kemampuan militer tetangganya. Selain juga bermaksud mencegahnya digunakan oleh Barat untuk mengancam Rusia, membasmi nasionalis, dan membela penutur bahasa Rusia di wilayah timur.
 
Ukraina menyebut invasi tersebut sebagai perampasan tanah bergaya kekaisaran.

Kunjungan Jokowi

Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan membujuk Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky membuka ruang dialog dengan pemerintah Rusia. Jokowi akan bertolak menuju Ukraina selepas menghadiri KTT G7 di Jerman pada 26-27 Juni.
 
"Setelah dari Jerman, saya akan mengunjungi Ukraina dan akan bertemu Presiden Zelensky. Misinya, mengajak Presiden Zelensky membuka ruang dialog dalam rangka membangun perdamaian karena perang harus dihentikan," ujar Jokowi di Bandara Soekarno-Hatta, Banten, Minggu, 26 Juni 2022.
 
Baca: Terungkap! Alasan Jokowi Bertolak ke Rusia dan Ukraina.

 
Kepala Negara juga akan meminta Ukraina membuka kembali perdagangan pangan, terutama gandum ke luar negeri. "Yang berkaitan dengan rantai pasok pangan harus diaktifkan kembali," ujar dia.
 
"Sekali lagi, dengan misi yang sama, saya akan mengajak Presiden Putin membuka ruang dialog dan sesegera mungkin melakukan gencatan senjata dan menghentikan perang," jelas dia.
 
Menurut Jokowi, kunjungan krusial tersebut tidak hanya penting bagi Indonesia, tetapi juga bagi seluruh negara di dunia. Terutama, bagi negara berkembang dan berpenghasilan rendah.
 
"Ini harus dilakukan untuk mencegah rakyat di negara-negara berkembang dan berpenghasilan rendah jatuh pada kemiskinan ekstrem dan kelaparan," tutur Jokowi.
 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif