PM Inggris Boris Johnson (kanan) bersama pemimpin partai buruh Keir Starmer membawa karangan bunga ke lokasi penusukan anggota parlemen di Leigh-on-Sea, Sabtu, 16 Oktober 2021. (Tolga Akmen / AFP)
PM Inggris Boris Johnson (kanan) bersama pemimpin partai buruh Keir Starmer membawa karangan bunga ke lokasi penusukan anggota parlemen di Leigh-on-Sea, Sabtu, 16 Oktober 2021. (Tolga Akmen / AFP)

Inggris Perintahkan Kajian Keamanan Usai Penusukan Anggota Parlemen

Internasional Inggris boris johnson Anggota Parlemen Inggris Ditusuk
Willy Haryono • 17 Oktober 2021 10:13
London: Penusukan berujung maut yang menimpa anggota parlemen Inggris bernama David Amess disebut sebagai "sebuah insiden teroris" dengan potensi keterkaitan ke ekstremisme. Pemerintah Inggris pun memerintahkan kajian keamanan untuk melindungi seluruh anggota parlemen dari potensi serangan di masa mendatang.
 
Amess, 69, sedang berbicara dengan sekelompok warga di luar sebuah gereja di kota Leigh-on-Sea di timur London pada Jumat kemarin. Di sela-sela pertemuan, seseorang menghampiri Amess dan menusuknya.
 
Baca:  Sedang Dalam Pertemuan, Anggota Parlemen Inggris Ditusuk Hingga Tewas

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Polisi telah menangkap tersangka berusia 25 tahun dan tengah menginvestigasi "potensi motif terkait ekstremisme agama."
 
"Investigasi tengah dipimpin unit anti-terorisme," ujar kepolisian Inggris. "Saat ini investigasi masih berada di fase yang sangat awal," sambungnya, dilansir dari laman France 24, Sabtu, 16 Oktober 2021.
 
Beberapa media Inggris melaporkan bahwa tersangka diyakini sebagai warga Inggris keturunan Somalia. Surat kabar The Sun melaporkan bahwa pelaku menusuk Amess berkali-kali di hadapan dua staf perempuan. Polisi meyakini tersangka bertindak seorang diri.
 
Perdana Menteri Boris Johnson telah mengunjungi lokasi kejahatan untuk menyampaikan penghormatan terakhirnya. Ia meletakkan karangan bunga di luar gereja dengan didampingi pemimpin oposisi, Keir Starmer dari partai buruh.
 
PM Johnson mengunggah sebuah foto yang menyebutkan Amess sebagai seorang "anggota parlemen yang baik, dan juga seorang kolega dan sahabat."
 
Warga lokal, termasuk dari komunitas Muslim, turut datang ke lokasi kejadian. Mereka meletakkan karangan bunga di samping garis polisi.
 
Pada Juni 2016, anggota parlemen Jo Cox tewas dibunuh seorang ekstremis sayap kanan. Kala itu, terdapat seruan dilakukannya langkah tegas terkait potensi ancaman terhadap anggota parlemen.
 
Jumat kemarin, Menteri Dalam Negeri Priti Patel telah memerintahkan polisi di seantero negeri untuk melakukan kajian keamanan bagi total 650 anggota parlemen.
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif