Demonstran di New York, AS, mengecam penembakan Jacob Blake pada Senin 24 Agustus 2020. (Foto: Timothy A. Clary/AFP/Getty)
Demonstran di New York, AS, mengecam penembakan Jacob Blake pada Senin 24 Agustus 2020. (Foto: Timothy A. Clary/AFP/Getty)

Bentrokan Terkait Penembakan Jacob Blake Berlanjut di Kenosha

Internasional penembakan as Kematian George Floyd Penembakan Jacob Blake
Willy Haryono • 25 Agustus 2020 16:08
Kenosha: Bentrokan antara pasukan keamanan dan demonstran terkait penembakan pria kulit hitam Jacob Blake berlanjut ke malam kedua di kota Kenosha, Wisconsin, Amerika Serikat, Senin 24 Agustus. otoritas Wisconsin pun terpaksa menyerukan bantuan Garda Nasional untuk membantu meredam kericuhan.
 
Dikutip dari laman Al Jazeera, Selasa 25 Agustus 2020, bentrokan terjadi tak lama saat petang berganti malam. Banyak demonstran mengabaikan aturan jam malam dan berkumpul di depan gedung pengadilan Kenosha.
 
Mereka meneriakkan yel-yel kecaman sembari melemparkan botol minuman ke jajaran wakil sheriff yang berjaga-jaga. Beberapa pengunjuk rasa juga menyalakan kembang api ke arah polisi, dan sebagian lainnya membakar beberapa kendaraan dan bangunan di Kenosha.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kenosha, kota di pinggiran Lake Michigan dan berlokasi sekitar 65 kilometer dari Milwaukee, menjadi titik panas terbaru dalam aksi ketegangan rasial di AS. Ketegangan dipicu munculnya video yang memperlihatkan polisi menembak pria kulit hitam pada Minggu 23 Agustus.
 
Dalam video terlihat polisi melepaskan tujuh tembakan ke arah Blake dari arah belakang. Korban diterbangkan ke rumah sakit Milwaukee dengan menggunakan helikopter. Saat kejadian, tiga anak Blake berada di dalam mobil tak jauh dari lokasi penembakan.
 
Media lokal melaporkan bahwa pada Senin petang, pihak keluarga mengonfirmasi bahwa Blake sudah keluar dari ruang operasi dan kondisi kian membaik.
 
Calon presiden AS dari Partai Demokrat, Joe Biden, mengecam keras penembakan terhadap Blake. "Saya menyerukan investigasi penuh dan transparan," ujar Biden dalam sebuah pernyataan resmi.
 
"Aparat yang terlibat harus bertanggung jawab," sambungnya.
 
Biden merupakan tokoh vokal saat terjadinya penembakan George Floyd yang mengguncang AS beberapa bulan lalu. Ia mengecam pemerintahan Trump yang dinilai gagal mencegah tragedi terkait kekerasan rasial di seantero AS.
 
(WIL)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif