Pengunjuk rasa mengecam penembakan terhadap Jacob Blake di Wisconsin, AS, Senin 24 Agustus 2020. (Foto: AFP)
Pengunjuk rasa mengecam penembakan terhadap Jacob Blake di Wisconsin, AS, Senin 24 Agustus 2020. (Foto: AFP)

Biden Kecam Penembakan Pria Kulit Hitam di Wisconsin

Internasional penembakan as Kematian George Floyd Penembakan Jacob Blake
Willy Haryono • 25 Agustus 2020 12:00
Wisconsin: Calon presiden Amerika Serikat dari Partai Demokrat Joe Biden mengecam keras penembakan polisi terhadap seorang pria kulit hitam di Wisconsin. Korban penembakan, diidentifikasi sebagai Jacob Blake, diterbangkan ke rumah sakit dengan menggunakan helikopter usai tujuh kali ditembak dari belakang pada Minggu malam.
 
Video di media sosial memperlihatkan Blake yang terlihat tidak membawa senjata apapun. Ia terlihat berjalan menuju sebuah mobil sambil dikawal dua polisi yang memegang senjata mereka.
 
Saat Blake membuka pintu, salah satu polisi terlihat memegang jaket korban dan menembaknya dari belakang. Tujuh tembakan terdengar di tengah suara klakson mobil yang terus berbunyi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Saya menyerukan investigasi penuh dan transparan," ujar Biden dalam sebuah pernyataan resmi, dilansir dari laman Sky News, Selasa 25 Agustus 2020.
 
"Aparat yang terlibat harus bertanggung jawab," sambungnya.
 
Pengacara hak sipil Benjamin Crump, yang juga pernah mewakili keluarga George Floyd, mengatakan bahwa tiga anak Blake berada di dalam mobil saat penembakan. Pihak kepolisian mengatakan jajarannya merespons sebuah insiden domestik di kota Kenisha pada pukul 17.11, namun tidak memberikan detail mengenai penembakan Blake.
 
Sejumlah saksi mata mengatakan, Blake berusaha melerai perkelahian antar dua perempuan saat polisi tiba di lokasi.
 
"Pagi ini, kita terbangun dengan rasa sedih dan marah karena ada seorang kulit hitam Amerika yang kembali menjadi korban dari kekuatan berlebih," sebut Biden.
 
"Tembakan dari senjata api ini telah menembus jiwa dari negara kita," sambungnya.
 
Biden merupakan tokoh vokal saat terjadinya penembakan George Floyd yang mengguncang AS beberapa bulan lalu. Ia mengecam pemerintahan Trump yang dinilai gagal mencegah tragedi terkait kekerasan rasial di seantero AS.
 
(WIL)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif