Pemimpin kelompok Hamas, Ismail Haniyeh. (ANWAR AMRO / AFP)
Pemimpin kelompok Hamas, Ismail Haniyeh. (ANWAR AMRO / AFP)

Pemimpin Hamas Kunjungi Rusia, Bahas Situasi Terkini di Palestina

Willy Haryono • 11 September 2022 20:06
Moskow: Pemimpin biro politik kelompok Hamas, Ismail Haniyeh, tiba di Moskow pada akhir pekan ini untuk menghadiri dialog politik tingkat tinggi dengan sejumlah pejabat Rusia, termasuk Menteri Luar Negeri Sergey Lavrov.
 
Berdasarkan keterangan resmi dari kelompok tersebut, Haniyeh ditemani Deputi Kepala Hamas Saleh Arouri dan dua anggota biro politik Mousa Abu Marzouq dan Maher Salah.
 
Dikutip dari laman Middle East Eye pada Minggu, 11 September 2022, juru bicara Hamas mengatakan bahwa Rusia telah mengundang kelompoknya untuk membicarakan hubungan timbal balik dan situasi terkini di wilayah Palestina.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Mei lalu, sebuah delegasi Hamas yang dipimpin Abu Marzouq telah mengunjungi Moskow. Lawatan kala itu dilakukan di tengah meningkatnya ketegangan dan aksi kekerasan di sekitar kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem.
 
Baca:  Jika Israel Serang Al-Aqsa, Hamas akan Hancurkan Sinagoga
 
Pemerintah Rusia sudah beberapa kali mencoba membantu rekonsiliasi antara Hamas dan Fatah, partai penguasai Otoritas Palestina (PA). Kedua faksi sudah pernah bertemu di Moskow pada Maret 2020, sebuah langkah yang dipandang sebagai usaha Rusia dalam memperluas pengaruh di kawasan.
 
Kunjungan terbaru Hamas di Rusia, dijadwalkan berlangsung selama beberapa hari, dilakukan di tengah ketegangan antara Moskow dan Tel Aviv mengenai dukungan Israel kepada pasukan Ukraina.
 
Lawatan juga berlangsung satu bulan usai terjadinya sebuah kampanye militer Israel di Jalur Gaza, wilayah yang dikuasai Hamas sebagai pemimpin de facto.
 
Pada 1 Agustus, Israel menangkap Bassam el-Saadi, seorang tokoh senior kelompok Jihad Islam (PIJ) di kota Jenin, Tepi Barat. Meski grup itu tidak merespons, Israel menggempur Gaza selama tiga hari dengan alasan untuk mencegah serangan balasan PIJ.
 
Gempuran di Gaza berakhir pada 7 Agustus, dengan total 45 korban tewas dari kalangan warga Palestina, termasuk 15 anak-anak. Tokoh senior PIJ lainnya, Tayseer Jabari, juga tewas dalam operasi tersebut.

 
(WIL)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif