Presiden Prancis Emmanuel Macron (kiri) berdiskusi dengan pemilik Twitter Elon Musk di AS, 2 Desember 2022. (Twitter / @EmmanuelMacron)
Presiden Prancis Emmanuel Macron (kiri) berdiskusi dengan pemilik Twitter Elon Musk di AS, 2 Desember 2022. (Twitter / @EmmanuelMacron)

Macron Akhiri Kunjungan di AS dengan Bertemu Elon Musk, Bahas Apa?

Willy Haryono • 03 Desember 2022 16:12
New Orleans: Presiden Prancis Emmanuel Macron mengunjungi New Orleans, sebuah kota sarat hubungan sejarah Prancis-Amerika, untuk mempromosikan bahasa Prancis dan mengakhiri kunjungannya di Amerika Serikat (AS),
 
Sang presiden, di hari ketiga lawatan ke AS, jalan-jalan di wilayah French Quarter di New Orleans dan juga menggelar pertemuan yang tak diumumkan sebelumnya dengan miliarder Elon Musk.
 
Dikutip dari laman France 24, Sabtu, 3 Desember 2022, Macron mengatakan keduanya telah menggelar diskusi yang "jelas dan jujur" selama lebih kurang satu jam. Kepada Musk, Macron menyampaikan kekhawatiran pribadi serta masyarakat Eropa mengenai moderasi konten di media sosial Twitter.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Transparansi kebijakan pengguna, penguatan moderasi konten, dan perlindungan kebebasan berbicara: berbagai upaya harus dilakukan oleh Twitter untuk memenuhi regulasi Eropa," tulis Macron via Twitter usai bertemu Elon Musk.
 
Baca:  Elon Musk Serang Apple
 
Macron tiba di kota Louisiana yang ikonis dengan sambuntan penuh warna oleh band jazz di landasan bandara. Ia pun berjalan-jalan di French Quarter yang ramai bersama istrinya, Brigitte.
 
Melepas jaket, Macron berjalan di samping Wali Kota New Orleans LaToya Cantrell, sembari sesekali berjabat tangan dengan simpatisan. Dia berbicara singkat dengan wanita yang memegang tanda mendukung protes di Iran.
 
Selama konferensi pers dadakan, Macron memuji "tanah kreolisasi" di mana "orang Prancis dicintai," dan kemudian mengumumkan program untuk memperluas akses ke pelatihan bahasa Prancis.
 
Sebelumnya, Macron pernah mengatakan bahwa dia ingin merenovasi citra Prancis di Amerika Serikat, yang "terkadang dianggap sebagai kelompok elitis."
 
Sebelum lepas landas dari Washington pada Jumat pagi, Macron menghadiri sarapan dengan perwakilan perusahaan digital di mana dia, menurut Istana Elysee, mengenang "semua upaya" yang dilakukan sejak masa jabatan pertamanya untuk "menjadikan Prancis negara Eropa terkemuka di bidang teknologi."
 
Pernah menjadi kota kolonial Prancis, New Orleans dijual ke Amerika Serikat oleh Napoleon Bonaparte sebagai bagian dari Pembelian Louisiana di tahun 1803, dan Macron menyebutnya sebagai "tanah francophone klasik."
 
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun Google News Medcom.id
 
(WIL)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif