Seorang pria memberikan suaranya dalam referendum di Mariupol, Ukraina, 27 September 2022. (STR / AFP)
Seorang pria memberikan suaranya dalam referendum di Mariupol, Ukraina, 27 September 2022. (STR / AFP)

Referendum di 4 Wilayah Ukraina yang Diduduki Rusia Berakhir, Warga Memilih Apa?

Medcom • 27 September 2022 18:02
Ukraina: Referendum di empat wilayah Ukraina yang diduduki pasukan dijadwalkan berakhir pada Selasa ini, 27 September 2022. Jika warga di keempat wilayah itu memilih bergabung dengan Rusia, maka Ukraina dapat kehilangan sekitar 15 persen wilayah.
 
Pemungutan suara di empat provinsi Ukraina, yaitu Luhansk, Donetsk, Kherson dan Zaporizhzhia, sudah dimulai sejak Jumat lalu.
 
Namun, referendum tersebut dianggap ilegal oleh negara-negara Barat, yang berjanji tidak akan mengakui hasilnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Di Rusia sendiri, pemanggilan sekitar 300 ribu tentara cadangan telah menyebabkan protes berkelanjutan sejak awal invasi pada Februari lalu. Dari protes ini, sebuah kelompok pemantau memperkirakan setidaknya 2 ribu orang yang melakukan protes mobilisasi telah ditangkap.
 
Semua bentuk kritik publik terhadap ‘operasi militer khusus’ Rusia dilarang. Sementara itu, penerbangan dari Rusia telah terjual habis dan mobil-mobil telah menyumbat pos pemeriksaan perbatasan, dengan laporan tentang antrean 48 jam di satu-satunya perbatasan jalan ke Georgia, tetangga pro-Barat yang memungkinkan warga Rusia untuk masuk tanpa visa.
 
Eksodus ini diduga dilakukan warga Rusia yang tidak ingin dipaksa menjadi tentara cadangan dan berperang di Ukraina.
 
"Saya tidak tahu apa-apa tentang ini. Saat ini, belum ada keputusan yang diambil mengenai hal ini," ujar juru bicara Kremlin Dmitry Peskov kepada wartawan, saat ditanya apakah pemerintah akan menutup perbatasan.
 
Dalam sistem di Rusia, mereka yang pernah menjalani wajib militer dianggap sebagai tentara cadangan. Sejauh ini, pihak berwenang Rusia belum merinci siapa-siapa saja yang akan dipanggil ke medan perang, karena bagian dari perintah Presiden Vladimir Putin itu dirahasiakan.
 
"Setiap orang yang dalam usia wajib militer harus dilarang bepergian ke luar negeri dalam situasi saat ini," ujar Sergei Tsekov, seorang anggota parlemen senior yang mewakili Krimea yang diambil Rusia di majelis tinggi parlemen Rusia, kepada kantor berita RIA.
 
Seperti dikutip dari laman Channel News Asia, pada Selasa, 27 September 2022, situs berita Meduza dan Novaya Gazeta Eropa mengonfirmasi hal tersebut, dan melaporkan bahwa beberapa sumber yang tidak disebutkan namanya mengatakan bahwa pemerintah Rusia berencana untuk melarang para pria untuk pergi ke luar negeri.
 
Baca:  Rusia Mengakui Adanya Kesalahan dalam Perintah Mobilisasi Pasukan Cadangan
 
Sementara itu pada Senin malam, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy menggambarkan situasi militer di Donetsk sebagai sesuatu yang sangat parah
 
"Kami melakukan segalanya untuk menahan aktivitas musuh. Ini adalah tujuan nomor 1 kami saat ini, karena Donbas masih menjadi tujuan utama bagi para penjajah," ujar Zelensky. Donbas adalah wilayah yang terdiri dari Donetsk dan Luhansk.
 
Menurut pemerintah wilayah setempat, Rusia telah melakukan setidaknya lima serangan terhadap target di wilayah Odesa dengan menggunakan drone Iran dalam beberapa hari terakhir ini. (Gabriella Carissa Maharani Prahyta)
 
(WIL)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif