Novel The Satanic Verses atau Ayat-ayat Setan karya Salman Rushdie. Foto: BBC
Novel The Satanic Verses atau Ayat-ayat Setan karya Salman Rushdie. Foto: BBC

Kontroversi Ayat-ayat Setan, Novel Karya Salman Rushdie

Sri Yanti Nainggolan • 13 Agustus 2022 14:45
Jakarta: Sir Salman Rushdie, seorang penulis yang pernah menerima ancaman pembunuhan atas novel The Satanic Verses (Ayat-ayat Setan), ditikam di bagian leher dan perut oleh seorang pria. Saat itu, ia sedang mengisi sebuah acara di negara bagian New York, Amerika Serikat (AS).
 
Dikutip dari Sky News, Sabtu, 13 Agustus 2022, penulis Inggris kelahiran India itu diterbangkan ke rumah sakit, namun kondisi pastinya belum diketahui. Salman Rushdie dikabarkan masih menjalani operasi.
 

Novel Ayat-ayat Setan karya Salman Rushdie diprotes

Dilansir dari BBC, Salman Rushdie adalah salah satu penulis Inggris yang paling terkenal dan sukses sepanjang masa. Novel keduanya, Midnight's Children, memenangkan Booker Prize yang terkenal pada tahun 1981.
 
Namun, novel keempatnya, The Satanic Verses atau Ayat-ayat Setan (1988) adalah karya Salman Rushdie yang paling kontroversial. Bahkan, menyebabkan kekacauan internasional. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Di dunia Islam, banyak Muslim bereaksi dengan marah terhadap penerbitan buku Ayat-ayat Setan, dengan alasan bahwa penggambaran Nabi Muhammad dalam novel itu adalah penghinaan besar terhadap iman mereka.
 
Ancaman pembunuhan didapat oleh Salman Rushdie, 75, yang dipaksa bersembunyi.  Pemerintah Inggris menempatkannya di bawah perlindungan polisi dan pada 2016 ia mendapat kewarganegaraan Inggris. 
 
Kontroversi <i>Ayat-ayat Setan</i>, Novel Karya Salman Rushdie
Protes pada novel The Satanic Verses atau Ayat-ayat Setan karya Salman Rushdie di Mumbai, India, pada 2004. Foto: BBC
 
Iran dengan cepat memutuskan hubungan dengan Inggris sebagai protes dan pemimpin tertinggi negara itu, Ayatollah Ruhollah Khomeini, mengeluarkan fatwa (atau dekrit) yang menyerukan pembunuhan pada Salman Rushdie pada 1989, setahun setelah Ayat-ayat Setan diterbitkan.
 
The Satanic Verses atau Ayat-ayat Setan karya Salman Rushdie terbit pada September 1988. Novel surealis post-modern itu memicu kemarahan sebagian umat Islam, yang menganggap isinya menghujat.
 
India adalah negara pertama yang melarangnya. Pakistan mengikutinya, seperti yang dilakukan berbagai negara Muslim lainnya dan Afrika Selatan.
 
Namun di Barat, para penulis dan intelektual mencela ancaman terhadap kebebasan berekspresi yang ditimbulkan oleh reaksi kekerasan terhadap buku tersebut.
 
Baca: Kronologi Penikaman Salman Rushdie, Novelis 'Ayat-ayat Setan'
 

Isi Novel Ayat-ayat Setan karya Salman Rushdie

Ayat-ayat Setan dipuji di banyak tempat dan memenangkan Whitbread Prize untuk novel. Tapi reaksi terhadap buku itu tumbuh, dan dua bulan kemudian, protes jalanan mengumpulkan momentum.
 
Beberapa Muslim menganggap Ayat-ayat Setan karya Salman Rushdie sebagai penghinaan terhadap Islam. Salah satunya mereka keberatan karena dua pelacur dalam buku itu diberi nama istri Nabi Muhammad.
 
Judul buku tersebut merujuk pada dua ayat yang dikeluarkan oleh Nabi Muhammad dari Al-Qur'an, karena Salman Rushdie percaya bahwa ayat-ayat tersebut diilhami oleh setan.
 
Pada Januari 1989, Muslim di Bradford, Inggris, secara ritual membakar salinan buku tersebut, dan agen koran WHSmith berhenti memajangnya di sana. Namun, Salman Rushdie menolak tuduhan penistaan ??agama.
 
(SYN)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif