Kapal pengangkut biji-bijian dari Ukraina./AFP
Kapal pengangkut biji-bijian dari Ukraina./AFP

Akhirnya, Kapal Gandum Pertama Ukraina Tinggalkan Pelabuhan Laut Hitam

Marcheilla Ariesta • 12 Agustus 2022 18:09
Istanbul: Sebanyak dua lagi kapal meninggalkan pelabuhan Laut Hitam pada Jumat, 12 Agustus 2022. Salah satu kapal bermuatan gandum Ukraina yang pertama kalinya diekspor berdasarkan kesepakatan yang ditengahi PBB.
 
Sebanyak 14 kapal kini telah berangkat dari Ukraina selama dua minggu terakhir, menyusul kesepakatan dengan Rusia untuk memungkinkan dimulainya kembali ekspor biji-bijian dari pelabuhan Laut Hitam Ukraina, setelah terhenti selama lima bulan karena perang.
 
Kesepakatan itu, yang ditengahi oleh PBB bersama dengan Turki, dicapai bulan lalu di tengah kekhawatiran bahwa hilangnya pasokan biji-bijian Ukraina akan menyebabkan kekurangan pangan yang parah. Bahkan, dampak paling buruknya adalah wabah kelaparan di beberapa bagian dunia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kapal Sormovsky yang berbendera Belize meninggalkan pelabuhan Chornomorsk Ukraina pada hari ini. "Mereka membawa 3.050 ton gandum ke provinsi Tekirdag di barat laut Turki," kata Kementerian Pertahanan Turki, dilansir dari Channel News Asia.
 
Baca juga: Kapal Pertama Pengangkut Gandum Ukraina Tinggalkan Pelabuhan Odessa Hari Ini
 
Itu adalah pengiriman gandum pertama dari Ukraina di tengah invasi Rusia. Kedua negara ini menyumbang hampir sepertiga dari ekspor gandum global.
 
Ukraina memiliki sekitar 20 juta ton biji-bijian yang tersisa dari panen tahun lalu. Sementara panen gandum tahun ini juga diperkirakan mencapai 20 juta ton.
 
"Sedangkan kapal Star Laura yang berbendera Pulau Marshall juga berangkat dari pelabuhan Pivdennyi, menuju Iran dengan membawa 60.000 ton jagung," lanjut kementerian tersebut.
 
Sejauh ini sebagian besar kargo di bawah kesepakatan telah membawa biji-bijian untuk pakan ternak atau bahan bakar.
 
Belum ada pengiriman ke negara-negara yang paling berisiko dari krisis pangan global. Namun, Ukraina mengatakan sebuah kapal akan datang ke pelabuhan yang dijadwalkan untuk membawa gandum ke Ethiopia.
 
Sebagai bagian dari kesepakatan PBB, semua kapal diperiksa di Istanbul oleh Pusat Koordinasi Gabungan, tempat personel Rusia, Ukraina, Turki, dan PBB bekerja.
 
Razoni, kapal pertama yang meninggalkan Ukraina berdasarkan kesepakatan itu, berlabuh di Turki pada Kamis dan menuju ke Mesir keesokan harinya.
 
Rahmi Yagci, yang meninggalkan Ukraina pada hari Selasa menuju Istanbul, berlabuh di ujung utara Selat Bosphorus Istanbul pada hari Jumat, sedangkan Mustafa Necati, yang berangkat ke Italia pada hari Minggu, berlabuh di ujung selatan.
 
Empat kapal lainnya disetujui untuk melakukan perjalanan ke Ukraina setelah diperiksa oleh tim JCC di Istanbul. Kementerian pertahanan Turki mengatakan pada hari Kamis bahwa kapal-kapal yang tiba di Ukraina sedang dimuat.
 
PBB mengatakan, jumlah kapal inbound diperkirakan akan tumbuh karena penjualan biji-bijian disepakati.
 
(FJR)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif