Rusia menyerang Ukraina di bawah perintah Presiden Vladimir Putin sejak 24 Februari lalu. Putin mendeklarasikan serangan tersebut sebagai sebuah 'operasi militer khusus' di Ukraina.
Ia menegaskan Pemerintah Rusia tidak pernah berniat untuk menguasai Kiev. Namun, hingga saat ini, bombardir serangan terus melanda Ukraina.
Warga sipil menjadi korban tewas dan terluka dari invasi Rusia ke Ukraina. Setelah dua kali pertemuan delegasi, akhirnya kedua negara sepakat untuk membuka koridor kemanusiaan.
"Informasi rinci tentang koridor kemanusiaan telah diberikan ke pihak Ukraina sebelumnya," kata juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia Igor Konashenkov, dilansir dari AFP, Senin, 7 Maret 2022.
Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan, koridor kemanusiaan dimulai pada hari Senin ini, pukul 10.00 waktu Moskow.
"Koridor kemanusiaan yang juga akan dibuka dari kota Kharkiv, Mariupol dan Sumy, sedang disiapkan atas permintaan pribadi Presiden Prancis Emmanuel Macron dan mengingat situasi saat ini di kota-kota itu," kata pihak Kementerian Pertahanan Rusia.
"Mereka yang meninggalkan Kiev akan diterbangkan ke Rusia," ungkap kementerian itu.
Mereka mengatakan, pesawat tak berawak dikerahkan untuk memantau evakuasi. Pemantauan juga dilakukan agar pihak Ukraina tidak berusaha menipu Rusia.
Sebelumnya, dua operasi evakuasi yang direncanakan dari Mariupol dan kota terdekat Volnovakha telah gagal selama dua hari terakhir. Kegagalan disebabkan karena kedua pihak saling menuduh gagal menghentikan penembakan dan penembakan.
Baca: Rusia Tahan Tembakan dan Buka Arus Pengungsi di Ukraina
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News