Pengungsi Ukraina bertahan dalam tenda yang dibangun di Perbatasan Rumania, Siret. Foto: AFP
Pengungsi Ukraina bertahan dalam tenda yang dibangun di Perbatasan Rumania, Siret. Foto: AFP

Rusia Tahan Tembakan dan Buka Arus Pengungsi di Ukraina

Fajar Nugraha • 07 Maret 2022 14:10
Moskow: Militer Rusia akan menahan tembakan dan membuka koridor kemanusiaan di beberapa kota Ukraina termasuk ibu kota Kiev pada Senin 7 Maret 2022, pukul 10.00 pagi waktu Moskow. Hal ini dipastikan oleh Kementerian Pertahanan Rusia.
 
“Koridor kemanusiaan yang juga akan dibuka dari kota Kharkiv, Mariupol dan Sumy, sedang disiapkan atas permintaan pribadi Presiden Prancis Emmanuel Macron dan mengingat situasi saat ini di kota-kota itu,” kata pihak Kementerian Pertahanan Rusia, seperti dikutip dari AFP.
 
“Mereka yang meninggalkan Kiev akan diterbangkan ke Rusia,” ungkap kementerian itu.

“Kami akan menggunakan pesawat tak berawak untuk memantau evakuasi dan upaya pihak Ukraina untuk menipu Rusia dan seluruh dunia beradab tidak berguna kali ini,” jelasn pernyataan tersebut.
 
Dua operasi evakuasi yang direncanakan dari Mariupol dan kota terdekat Volnovakha telah gagal selama dua hari terakhir. Kegagalan disebabkan karena kedua pihak saling menuduh gagal menghentikan penembakan dan penembakan.
 
Sementara jumlah pengungsi Ukraina diperkirakan mencapai 1,5 juta pada Minggu ketika Rusia melanjutkan serangannya 11 hari setelah menginvasi Ukraina dan Kiev mendesak tindakan Barat lebih lanjut, termasuk lebih banyak sanksi dan senjata.
 
Moskow dan Kiev saling menyalahkan atas rencana gencatan senjata yang gagal yang akan membiarkan warga sipil melarikan diri dari Mariupol dan Volnovakha, dua kota selatan yang dikepung oleh pasukan Rusia. Putaran pembicaraan lain direncanakan untuk sementara pada Senin ketika warga Ukraina yang dapat melarikan diri tumpah ke negara tetangga Polandia, Rumania, Slovakia, dan tempat lain.
 
Dalam pidato yang disiarkan televisi pada Sabtu malam, Presiden Ukraina Volodomyr Zelenskyy meminta orang-orang di daerah yang diduduki oleh pasukan Rusia untuk melakukan ofensif dan berperang.
 
“Kita harus pergi ke luar dan mengusir kejahatan ini dari kota-kota kita. Keyakinan saya dalam hal ini diperkuat oleh energi perlawanan kami, protes kami,” ucap Zelenksy.
 
Presiden Rusia Vladimir Putin sebelumnya menegaskan bahwa dia menginginkan Ukraina netral yang telah ‘didemliterisasi’ dan ‘didenazifikasi’. Putin juga menyamakan sanksi Barat "dengan deklarasi perang," menambahkan: "Syukurlah itu tidak terjadi."
 
Ukraina dan negara-negara Barat telah mengecam alasan Putin sebagai dalih tak berdasar untuk invasi yang ia luncurkan pada 24 Februari dan telah memberlakukan sanksi besar-besaran yang bertujuan mengisolasi Moskow dan melumpuhkan ekonominya.
 
Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba, setelah bertemu dengan Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken di perbatasan Ukraina-Polandia mengatakan, dia mengharapkan sanksi dan senjata baru untuk Ukraina dalam beberapa hari mendatang.
 
AS telah mengatakan akan memberi Ukraina lebih banyak senjata dan telah berulang kali memperingatkan bahwa itu dapat meningkatkan sanksi. Presiden Joe Biden menggalang dana USD10 miliar dalam dana darurat untuk menanggapi krisis.

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FJR)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan