Seorang perempuan menyeberangi sebuah jembatan yang rusak di kota Bakhmut, Ukraina, 6 Januari 2023. (Dimitar DILKOFF / AFP)
Seorang perempuan menyeberangi sebuah jembatan yang rusak di kota Bakhmut, Ukraina, 6 Januari 2023. (Dimitar DILKOFF / AFP)

Ukraina Perkuat Pertahanan Bakhmut Seiring Berlanjutnya Serangan Rusia

Willy Haryono • 10 Januari 2023 07:34
Bakhmut: Pertempuran sengit berlanjut di sekitar kota Bakhmut, Ukraina pada Senin, 9 Januari 2023. Militer Ukraina mengirim bala bantuan ke kota tersebut untuk melawan serangan tanpa henti dari paramiliter Rusia yang mencoba merebut sejumlah tambang di sekitar Bakhmut.
 
Sejumlah pejabat Ukraina mengatakan bahwa pasukan tambahan sedang dikirim ke Soledar, berjarak sekitar delapan kilometer dari Bakhmut, di mana pertempuran berlangsung sengit.
 
"Musuh kembali melakukan upaya putus asa dalam menyerbu kota Soledar dari berbagai arah dengan melemparkan unit paling profesional Wagnerite ke pertempuran," kata militer Ukraina dalam sebuah pernyataan, melansir dari laman New York Post.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Bakhmut telah menjadi fokus operasi militer Rusia selama berbulan-bulan, dengan Wagner sebagai ujung tombaknya. Wagner adalah sebuah kelompok paramiliter semi-negara yang dibiayai oligarkir dan kroni Presiden Rusia Vladimir Putin, Yevgeny Prigozhin.
 
Wakil Menteri Pertahanan Ukraina Hanna Malyar mengatakan pada Senin kemarin bahwa Wagner telah melemparkan gelombang pasukan ke Soledar. "Musuh benar-benar melangkahi mayat tentara mereka sendiri, menggunakan artileri massal, sistem MLRS, dan mortir,” katanya.
 
Di saat militer Rusia mempertahankan posisinya, dengan sebagian pasukan menarik diri di sebagian besar garis depan dalam beberapa bulan terakhir, Wagner terus bergerak maju ke arah Bakhmut, sebuah kota kecil yang nilai strategisnya dipertanyakan di provinsi Donetsk.
 
Intelijen Amerika Serikat (AS) meyakini bahwa Prigozhin sedang berusaha merebut tambang garam dan gipsum di sekitar Bakhmut, bukan untuk menduduki kota tersebut.
 
Oligarki Rusia memiliki hubungan dengan beberapa perusahaan pertambangan di benua Afrika, di negara-negara tempat paramiliter Wagner beroperasi.
 
Prigozhin pernah mengakui ketertarikannya terhadap pertambangan di Bakhmut, dengan menyebut tambang sebagai "kota bawah tanah" yang memiliki nilai militer.
 
Baca:  Hancur Lebur! Kota Bakhmut di Ukraina Kini Tinggal Puing
 
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id
 
(WIL)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif