Mantan Presiden Prancis Nicolas Sarkozy dalam sebuah acara di Paris pada 11 Maret 2021. (Thibault Camus / POOL / AFP)
Mantan Presiden Prancis Nicolas Sarkozy dalam sebuah acara di Paris pada 11 Maret 2021. (Thibault Camus / POOL / AFP)

Mantan Presiden Prancis Hadiri Sidang Pendanaan Ilegal

Internasional kasus korupsi prancis kejahatan di prancis politik prancis
Willy Haryono • 17 Maret 2021 13:21
Paris: Mantan presiden Prancis Nicolas Sarkozy kembali hadir di persidangan pada Rabu, 17 Maret 2021. Kali ini, kasus yang dihadapi Sarkozy adalah mengenai pendanaan ilegal kampanye pemilihan umum 2012.
 
Sekitar tiga pekan lalu, Sarkozy telah divonis 3 tahun penjara atas kasus korupsi dan penyalahgunaan wewenang.
 
Baca:  Mantan Presiden Prancis Divonis 3 Tahun Penjara

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Tim jaksa menuduh partai Sarkozy, UMP, menghabiskan dana dua kali lipat lebih tinggi dari EUR22,5 juta yang diizinkan komisi elektoral Prancis untuk berkampanye. UMP disebut menggunakan sebuah agensi pemerintah untuk menyembunyikan angka fantastis tersebut.
 
Dalam dakwaannya, tim jaksa mengakui mereka tidak dapat membuktikan bahwa Sarkozy menjalankan atau terlibat dalam skema tersebut. Namun jaksa menyebutkan bahwa sang mantan presiden diuntungkan dari skema tersebut, sehingga sudah pasti sedikit banyak mengetahuinya.
 
"Kandidat pemilu dan lingkaran orang dalamnya fokus terhadap kampanye spektakuler dan menghabiskan dana dalam jumlah besar," tulis dakwaan untuk Sarkozy, dilansir dari laman Gulf Today pada Rabu, 17 Maret 2021.
 
Sarkozy, 66, berulang kali membantah semua tudungan dan juga mengaku tidak tahu mengenai proses manipulasi dana kampanye. Namun jika dinyatakan bersalah, ia dapat dijatuhi vonis 1 tahun penjara dengan denda senilai EUR3.750.
 
Presiden pendahulu Sarkozy, Jacques Chirac, juga pernah dijatuhi vonis dua tahun penjara pada 2011. Ia dinyatakan bersalah karena telah membuat pekerjaan palsu untuk beberapa anggota partai saat dirinya masih menjadi wali kota Paris di era 1990-an.
 
Chirac adalah presiden Prancis periode 1995-2007. Ia meninggal dunia pada September tahun lalu.
 
Di bawah hukum Prancis, Sarkozy tidak diwajibkan menjalani hukumannya di penjara dan dapat menggantinya dengan pemakaian gelang elektronik. Gelang tersebut dilengkapi alat pelacak yang dapat selalu menginformasikan keberadaan si pemakai. 

 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif