Tokoh oposisi Rusia Alexei Navalny saat tiba di Moskow dari Berlin pada 17 Januari 2021. (Kirill KUDRYAVTSEV / AFP)
Tokoh oposisi Rusia Alexei Navalny saat tiba di Moskow dari Berlin pada 17 Januari 2021. (Kirill KUDRYAVTSEV / AFP)

Kepada Rusia, AS Peringatkan 'Konsekuensi' Jika Alexei Navalny Meninggal

Internasional Amerika Serikat politik rusia vladimir putin rusia Alexei Navalny
Willy Haryono • 19 April 2021 07:03
Washington: Amerika Serikat memperingatkan Rusia akan adanya "konsekuensi" jika tokoh oposisi Alexei Navalny meninggal dunia di penjara. Inggris, Prancis, Jerman, dan Uni Eropa juga mengekspresikan kekhawatiran mereka atas nasib Navalny.
 
Tim dokter Navalny mengatakan bahwa pria 44 tahun itu "dapat meninggal dalam hitungan hari" jika tidak segera mendapat perawatan medis.
 
Baca:  Dokter Khawatir Alexei Navalny Dapat Meninggal dalam Hitungan Hari

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Saat ini, Navalny yang merupakan kritikus keras Presiden Vladimir Putin sedang menjalani mogok makan agar otoritas Rusia bersedia memberikan perawatan layak terhadap sakit punggung dan kaki yang dialaminya.
 
Istri Navalny, Yulia, mengatakan bahwa suaminya kini hanya berbobot 76 kilogram, turun 9 kg sejak memulai aksi mogok makan.
 
Empat dokter, termasuk dokter pribadi bernama Anastasia Vasilyeva, telah menulis surat kepada otoritas penjara Rusia untuk meminta akses perawatan terhadap Navalny. Dalam surat yang diunggah ke Twitter, Vasilyeva mengatakan bahwa level potasium Navalny telah mencapai "level kritis."
 
"Ini artinya gagal ginjal dan masalah serius ritme jantung dapat terjadi sewaktu-waktu," ungkapnya.
 
Di Washington, penasihat keamanan nasional AS Jake Sullivan mengatakan kepada CNN bahwa akan ada "konsekuensi" jika Navalny pada akhirnya meninggal. Dikutip dari BBC pada Senin, 19 April 2021, ia juga mengatakan Rusia akan "dianggap bertanggung jawab oleh komunitas internasional" atas kematian tersebut.
 
Presiden AS Joe Biden menilai perawatan medis yang diterima Navalny selama ini penjara "sangat tidak adil dan tidak layak."
 
Merespons berbagai reaksi, Duta Besar Rusia untuk Inggris menilai Navalny hanya sedang mencari perhatian. Ia menegaskan bahwa Rusia tidak akan membiarkan Navalny meninggal di penjara.
 
Pada Agustus tahun lalu, Navalny hampir meninggal akibat diserang racun Novichok. Ia menuduh Putin berada di balik serangan tersebut. Kremlin membantah terlibat dalam serangan tersebut.
 
Alexander Polupan, salah satu dokter yang merawat Navalny usai kasus Novichok, mengunggah foto dari hasil tes darah terbaru. Ia mengatakan hasil tes tersebut merupakan "indikasi absolut" bahwa Navalny membutuhkan perawatan medis, atau ia bisa "meninggal dalam hitungan hari."
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif