Presiden AS Donald Trump. (AFP)
Presiden AS Donald Trump. (AFP)

Trump Tak Akan Hadir di Pelantikan Biden

Internasional amerika serikat joe biden donald trump Pilpres AS 2020 Pelantikan Joe Biden Inagurasi Joe Biden Pendukung Trump Rusuh
Willy Haryono • 09 Januari 2021 09:49
Washington: Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa dirinya tidak akan hadir di hari pelantikan Joe Biden pada 20 Januari mendatang. Pernyataan ini disampaikan di tengah dorongan sejumlah pihak agar Trump segera dilengserkan di sisa 12 hari masa jabatannya sebagai presiden.
 
"Kepada semua yang bertanya, saya tidak akan pergi ke Inaugurasi pada 20 Januari," tulis Trump di Twitter, dilansir dari laman France 24 pada Jumat, 8 Januari 2021.
 
Pernyataan tersebut, meski tidak mengejutkan publik AS, membuyarkan harapan adanya usaha dari Trump untuk menurunkan ketegangan di sisa masa jabatannya. Kepresidenannya mendapat kecaman luas usai para pendukungnya menyerbu Gedung Capitol dalam upaya menggagalkan pengesahan kemenangan Biden beberapa hari lalu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sejak 1869, belum pernah ada satu presiden pun yang tidak hadir dalam pelantikan penerusnya. Kehadiran presiden di hari pelantikan merupakan sebuah seremoni yang menyimbolkan transfer kekuasaan secara damai.
 
Dua hari usai penyerbuan massa ke Gedung Capitol, banyak sekutu Trump dari Partai Republik yang memilih mengundurkan diri. Sementara pihak di luar Partai Republik menyerukan agar Trump segera dicopot dari jabatannya karena dinilai terlalu berbahaya bagi demokrasi AS.
 
Ungkapan tak akan hadir dalam pelantikan merupakan satu dari dua cuitan terakhir Trump usai akunnya di Twitter dikunci selama 12 jam. Twitter memutuskan menutup permanen akun Trump usai mempertimbangkan "potensi terjadinya penghasutan aksi kekerasan lebih lanjut."
 
Dalam satu cuitan lainnya, Trump berkata: "75 juta Patriot Amerika yang memilih saya akan memiliki suara besar untuk masa mendatang. Mereka sama sekali tidak boleh diperlakukan buruk dalam bentuk apapun."
 
Menurut Twitter, ungkapan Trump tersebut mengindikasikan bahwa sang presiden "tidak berencana memfasilitasi transisi pemerintahan secara damai."
 
Baca:  Twitter Tutup Permanen Akun Trump
 
Sebelumnya pada 2019, kubu Partai Demokrati di Dewan Perwakilan Rakyat sudah pernah memakzulkan Trump, walau pada akhirnya ditolak di level Senat. Demokrat mengatakan, usaha pemakzulan kedua Trump mungkin akan dilakukan pekan depan.
 
"Kami dapat bertindak sangat cepat," kata perwakilan Demokrat, Katherine Clark kepada CNN.
 
(WIL)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif