Juru bicara Dewan Keamanan Nasional AS, John Kirby, berbicara di Gedung Putih, Washington, 19 Juli 2022. (Drew Angerer / Getty Images / AFP)
Juru bicara Dewan Keamanan Nasional AS, John Kirby, berbicara di Gedung Putih, Washington, 19 Juli 2022. (Drew Angerer / Getty Images / AFP)

AS Sebut Rusia Bersiap Caplok Lebih Banyak Wilayah Ukraina

Willy Haryono • 20 Juli 2022 06:37
Washington: Rusia sedang bersiap mencaplok lebih banyak wilayah Ukraina dan saat ini sedang 'memasang' jajaran pemimpin proksi di area-area yang sudah didudukinya, ujar keterangan Juru bicara Dewan Keamanan Nasional (NSC) John Kirby di Gedung Putih pada Selasa, 19 Juli 2022.
 
Kirby mengatakan bahwa Rusia berencana menggelar "referendum sandiwara" di area-area yang didudukinya di Ukraina, paling cepat September mendatang. Moskow juga disebut sedang mempersiapkan mata uang ruble untuk digunakan di wilayah-wilayah tersebut.
 
Selain itu, lanjut Kirby, Rusia juga sedang berusaha menguasai sejumlah menara penyiaran di Ukraina.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Rusia sedang memulai apa yang dapat kita sebut bersama sebagai cara-cara mencaplok wilayah, sangat mirip dengan yang kita lihat pada 2014 saat mereka menganeksasi Krimea," sebut Kirby, dilansir dari laman Radio Free Europe.
 
"Saat ini, Rusia sudah memasang sejumlah pemimpin proksi di area-area yang didudukinya di Ukraina," lanjut dia.
 
Menurut Kirby, berdasarkan data-data intelijen AS, Rusia tengah bersiap mencaplok Kherson, Zaporizhzhya, dan keseluruhan Donetsk serta Luhansk.
 
"Aneksasi paksa merupakan pelanggaran Piagam PBB, dan kami tidak akan membiarkannya begitu saja," tegas Kirby.
 
Ia mengaku "membongkar" rencana Rusia ini agar "dunia tahu bahwa segala bentuk aneksasi oleh Rusia sudah direncanakan, ilegal, dan tidak sah."
 
Kirby menegaskan bahwa AS akan merespons tindakan AS "dengan cepat dan keras, sejalan dengan para sekutu dan mitra kami." Respons akan meliputi penjatuhan sanksi terhadap "boneka dan proksi" Rusia.
 
Dalam beberapa hari ke depan, sambung Kirby, AS akan mengumumkan paket pengiriman senjata terbaru kepada Ukraina. Paket ini diyakini meliputi sistem peluncur rudal jarak jauh HIMARS. Ukraina mengatakan HIMARS merupakan senjata krusial dalam menghalau pasukan Rusia.
 
Baca:  Menhan Rusia Perintahkan Pasukan untuk Serang Senjata Jarak Jauh Ukraina
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif