Mapuche menuntut pemulihan tanah leluhur mereka dan penentuan nasib sendiri.
Baca: 1 Orang Tewas dan 17 Terluka dalam Protes Otonomi di Chile.
"Kami telah memutuskan untuk menyerukan keadaan pengecualian di empat provinsi di wilayah selatan Biobio dan Araucania, dan pengerahan pasukan untuk mengendalikan 'gangguan serius ketertiban umum' di sana," kata Pinera dalam pidatonya, dilansir dari France24, Rabu, 13 Oktober 2021.
Presiden sayap kanan itu berbicara saat libur nasional kontroversial yang menandai 'penemuan' benua Amerika oleh Christopher Columbus. Oleh masyarakat adat di seluruh Amerika, 'penemuan' itu dianggap bencana karena penjajahan berlangsung.
Pinera mengatakan, empat provinsi selatan tersebut mengalami 'tindakan kekerasan berulang'. Hal ini terkait dengan perdagangan narkoba, terorisme, dan kejahatan terorganisir yang dilakukan kelompok bersenjata.
"Warga sipil dan petugas polisi yang tidak bersalah harus tewas karena kekerasan itu," lanjut Presiden Chile berusia 71 tahun itu.
Pengecualian ini awalnya berlaku untuk dua minggu terakhir di Provinsi Biobio dan Arauco, dan di Malleco dan Cautin di La Araucania.
Mapuche adalah kelompok pribumi terbesar Chile berjumlah 1,7 juta dari 19 juta penduduk negara itu dan sebagian besar tinggal di selatan.
Para pemimpin mereka menuntut agar tanah yang saat ini dimiliki oleh pertanian dan perusahaan penebangan kayu dikembalikan kepada mereka.
Kurangnya solusi untuk tuntutan Mapuche telah mendorong kelompok radikal untuk melakukan serangan terhadap truk dan properti pribadi selama dekade terakhir.
Satu orang tewas dan 17 luka-luka pada Minggu kemarin, ketika bentrokan pecah di Santiago antara pasukan keamanan dan pengunjuk rasa yang datang untuk otonomi Mapuche.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News