Prajurit Ethiopia berpose usai menyelesaikan latihan di Dabat, 14 September 2021. (Amanuel Sileshi / AFP)
Prajurit Ethiopia berpose usai menyelesaikan latihan di Dabat, 14 September 2021. (Amanuel Sileshi / AFP)

DK PBB Serukan Gencatan Senjata di Ethiopia

Internasional konflik ethiopia Konflik Tigray DK PBB Abiy Ahmed
Willy Haryono • 06 November 2021 09:24
New York: Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) menyerukan kubu-kubu bertikai di Ethiopia untuk segera menghentikan permusuhan dan mulai bernegosiasi dalam upaya mencapai gencatan senjata, Jumat, 5 November. Seruan disampaikan di tengah "kekhawatiran serius" DK PBB atas memburuknya pertempuran antara pasukan Ethiopia dan pemberontak wilayah Tigray.
 
Secara spesifik, DK PBB mengingatkan mengenai konsekuensi konflik terhadap stabilitas Ethiopia dan wilayah Afrika timur, mengingatkan semua pihak untuk menahan diri dari "pernyataan bernuansa kebencian serta hasutan aksi kekerasan dan perpecahan."
 
"Negosiasi harus dapat menciptakan sebuah kondisi untuk memulai dialog nasional inklusif di Ethiopia demi menyelesaikan krisis saat ini," ujar pernyataan DK PBB, dilansir dari Libyan Express, Sabtu, 6 November 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Anggota-anggota DK PBB menyerukan penghormatan terhadap aturan kemanusiaan internasional dalam memberikan akses kemanusiaan yang aman, pembangunan kembali layanan publik, serta peningkatan bantuan," sambungnya.
 
"Selain itu, anggota-anggota DK PBB juga menekankan kembali komitmen kuat terhadap kedaulatan, kemerdekaan politik, integritas wilayah, dan kesatuan Ethiopia," ungkap DP PBB.
 
Pertemuan DK PBB seharusnya berlangsung Jumat kemarin, namun dijadwalkan ulang untuk awal pekan depan, beberapa menit sebelum acara dimulai. Pertemuan dijadwalkan berlangsung Senin mendatang.
 
Rangkaian aktivitas diplomatik berlangsung di saat pemberontak Tigray melakukan perlawanan sengit terhadap pasukan Ethiopia. Pemberontak tersebut, Pasukan Pembebasan Rakyat Tigray (TPLF), mengklaim telah merebut banyak area dalam pergerakan mereka menuju ibu kota Addis Ababa.
 
TPLF dan Pasukan Pembebasan Oromo dikabarkan telah menggabungkan kekuatan dengan tujuh grup lain dalam upaya bersama menentang pemerintahan pusat Ethiopia yang dipimpin Perdana Menteri Abiy Ahmed.
 
Kamis kemarin, parlemen Ethiopia mendukung pemberlakuan status darurat selama enam bulan yang telah dideklarasikan dua hari sebelumnya. Hampir semua anggota parlemen yang berjumlah 547 mendukung penuh status darurat tersebut.
 
Baca:  Ethiopia Deklarasikan Status Darurat atas Konflik Tigray

 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif