Konflik bersenjata di Nagorno-Karabahk kembali meletus pada 27 September 2020. (AFP)
Konflik bersenjata di Nagorno-Karabahk kembali meletus pada 27 September 2020. (AFP)

Pertempuran Armenia-Azerbaijan di Nagorno-Karabakh Memanas

Internasional konflik armenia-azerbaijan azerbaijan Armenia
Willy Haryono • 04 Oktober 2020 17:03
Nagorno-Karabakh: Pertempuran dahsyat terus berlanjut antara pasukan Armenia dan Azerbaijan di zona konflik Nagorno-Karabakh pada Sabtu, 3 Oktober. Keduanya terlihat mengabaikan seruan dialog damai dan melanjutkan pertempuran yang sudah hampir memasuki satu pekan.
 
Dikutip dari Voice of America, Minggu 4 Oktober 2020, Kementerian Pertahanan Armenia mengaku telah menghalau serangan berskala besar yang dilancarkan Azerbaijan di garis depan. Armenia juga mengaku telah menembak jatuh tiga pesawat.
 
Kemenhan Azerbaijan membantah adanya tiga pesawat yang ditembak jatuh Armenia. Azerbaijan mengatakan, pasukan Armenia telah meluncurkan serangan mortir ke wilayah masyarakat sipil.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev mengklaim telah berhasil menguasai desa Madagiz pada Sabtu kemarin. Serangan ke arah Madagiz dilakukan usai Stepanakert, ibu kota dari Nagorno-Karabakh, dibombardir pasukan Azerbaijan.
 
Menurut keterangan dari Armenia dan Azerbaijan, sejauh ini konflik di Nagorno-Karabakh telah menewaskan sedikitnya 150 orang dari kedua kubu.
 
Aliyev menegaskan bahwa penarikan mundur pasukan Armenia dari Nagorno-Karabakh sebagai satu-satunya cara untuk mengakhiri pertempuran. Sementara Armenia justru mewacanakan mengakui kemerdekaan otoritas Nagorno-Karabakh.
 
Separatis Armenia merebut Nagorno-Karabakh dari Azerbaijan dalam perang berdarah di era 1990-an, yang diestimasi telah menewaskan sekitar 30 ribu orang.
 
Dialog damai untuk menyelesaikan konflik Armenia-Azerbaijan terhenti sejak perjanjian gencatan senjata di tahun 1994. Upaya perdamaian di Nagorno-Karabakh, yang dimediasi Minsk Group dari Organisasi Keamanan dan Kerja Sama Eropa (OSCE), berakhir pada 2010.
 
(WIL)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif