Salah satu mortir mendarat di wilayah sipil Nagorno-Karabakh. (Aris Messins/AFP)
Salah satu mortir mendarat di wilayah sipil Nagorno-Karabakh. (Aris Messins/AFP)

Azerbaijan Bertekad Pulihkan Integritas Wilayah Nagorno-Karabakh

Internasional konflik armenia-azerbaijan azerbaijan Armenia
Willy Haryono • 07 Oktober 2020 12:16
Moskow: Pemerintah Azerbaijan bertekad memulihkan wewenang atas Nagorno-Karabakh, sebuah wilayah yang diakui komunitas global sebagai milik negara tersebut. Namun wilayah tersebut kini dikuasai separatis Armenia yang ingin mendeklarasikan kemerdekaan.
 
Azerbaijan menyebut Armenia mendukung sepenuhnya pergerakan otoritas lokal Nagorno-Karabakh dengan mengirimkan pasukan dan persenjataan berat.
 
"Operasi anti-terorisme, yang juga dapat dideskripsikan sebagai upaya melumpuhkan Armenia dengan kekuatan, sedang berlangsung di wilayah Azerbaijan yang diduduki pasukan bersenjata Armenia," kata Duta Besar Azerbaijan untuk Rusia, Polad Bulbuloglu, dalam wawancara bersama kantor berita TASS.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Intinya adalah, ini merupakan perang patriotik untuk membebaskan tanah leluhur kami, yang diakui sebagai wilayah Azerbaijan oleh seluruh komunitas global," sambungnya, dalam keterangan yang dimuat di situs TASS pada Rabu, 7 Oktober 2020.
 
Bulbuloglu mengatakan bahwa pasukan Azerbaijan telah berhasil membebaskan sejumlah wilayah pendudukan di Nagorno-Karabakh. "Kami bertekad memulihkan integritas wilayah kami," ungkap dia.
 
Hingga Selasa, 6 Oktober, Bulbuloglu mengatakan bahwa total 27 warga sipil Azerbaijan tewas dan 141 lainnya terluka dalam pertempuran di Nagorno-Karabakh. Ia menuduh Armenia telah melakukan kejahatan perang dengan menyerang sejumlah wilayah yang hanya dihuni masyarakat sipil.
 
Menurutnya, Armenia melakukan hal tersebut karena mengalami kekalahan di medan perang. Ia meminta agar jajaran tokoh di balik serangan terhadap masyarakat sipil harus diseret ke pengadilan internasional.
 
Sementara itu dari kubu Armenia, Perdana Menteri Nikol Pashinyan menuding keterlibatan aktif Turki sebagai penyebab meletusnya pertempuran di Nagorno-Karabakh. "Tanpa peran aktif Turki, semua ini tidak akan terjadi," kata PM Pashinyan.
 
"Keputusan memulai perang (oleh Azerbaijan) dimotivasi dukungan penuh dari Turki," sambungnya.
 
PM Pashinyan juga menekankan bahwa elemen-elemen radikal dari Suriah telah dikerahkan ke Nagnorno-Karabakh via Turki. Karena hal itu, ia menilai pertempuran di Nagorno-Karabakh sebaiknya dipandang sebagai "perang melawan terorisme."
 
Pertempuran terbaru antara pasukan Azerbaijan dan Armenia di Nagorno-Karabakh meletus pada 27 September. Aksi baku tembak pernah terjadi di zona tersebut pada musim panas 2014, April 2016, dan Juli lalu.
 
(WIL)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif