Protes warga Amerika Serikat (AS) di Kenosha menentang kekerasan polisi. Foto: AFP
Protes warga Amerika Serikat (AS) di Kenosha menentang kekerasan polisi. Foto: AFP

Remaja 17 Tahun Ditangkap Terkait Penembakan saat Demo AS

Internasional Penembakan Jacob Blake
Fajar Nugraha • 27 Agustus 2020 06:22
Kenosha: Protes atas penembakan warga kulit hitam, Jacob Blake oleh polisi Amerika Serikat (AS), diwarnai dengan kematian dua orang pedemo. Polisi menengkap seorang remaja kulit putih yang diduga terkait penembakan itu.
 
Baca: Dua Orang Tewas dalam Aksi Protes Penembakan Jacob Blake.
 
Kyle Rittenhouse, seorang pengagum polisi berkulit putih berusia 17 tahun ditangkap Rabu setelah dua orang ditembak mati pada malam ketiga protes berturut-turut di Kenosha. Dia ditahan di Illinois karena dicurigai melakukan pembunuhan yang disengaja tingkat pertama. Antiokhia sendiri berjarak sekitar 24 kilometer dari Kenosha.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sebelumnya dua orang dilaporkan tewas pada Selasa 25 Agustus malam dan korban ketiga menderita luka-luka dalam serangan yang tampaknya dilakukan oleh seorang pemuda kulit putih. Pelaku terekam dalam video telepon seluler melepaskan tembakan di tengah jalan dengan senapan semi-otomatis.
 
"Saya baru saja membunuh seseorang," terdengar pria bersenjata itu berkata, seperti dikutip media lokal CP24, Kamis 27 Agustus 2020.
 
Setelah pembunuhan tersebut, Gubernur Wisconsin Tony Evers mengesahkan pengiriman 500 anggota Garda Nasional ke Kenosha. Kantor gubernur mengatakan, Evers sedang bekerja dengan negara bagian lain untuk menambah personel Garda Nasional Pengawal Nasional dan petugas hukum. Pihak berwenang juga mengumumkan jam malam berlaku mulai pukul 7.00.
 
"Tragedi tidak masuk akal seperti ini tidak bisa terjadi lagi," tegas Evers.
 
“Saya sekali lagi meminta mereka yang memilih untuk menggunakan hak Amandemen Pertama mereka, mohon lakukan dengan damai dan aman, seperti yang dilakukan banyak orang tadi malam. Saya juga meminta individu yang tidak berada di sana untuk menggunakan hak-hak tersebut agar tetap di rumah dan membiarkan penegak hukum, dan anggota Garda Nasional Wisconsin melakukan pekerjaan mereka,” jelasnya.
 
Di Washington, Kementerian Kehakiman mengatakan akan mengirim FBI dan perwira federal sebagai tanggapan atas kerusuhan tersebut. Gedung Putih mengatakan hingga 2.000 pasukan Garda Nasional akan disediakan.
 
Sementara korban tewas diidentifikasi hanya sebagai penduduk Silver Lake, Wisconsin, berusia 26 tahun, dan seorang berusia 36 tahun dari Kenosha. Orang yang terluka, berusia 36 tahun dari West Allis, Wisconsin.
 
Wisconsin sudah mendeklarasikan status darurat menyusul terjadinya aksi protes masif terkait penembakan polisi terhadap pria kulit hitam Jacob Blake. Status darurat diterapkan karena demonstrasi diwarnai bentrokan, aksi kekerasan dan juga perusakan.
 
Kenosha, kota di pinggiran Danau Michigan dan berlokasi sekitar 65 kilometer dari Milwaukee, menjadi titik panas terbaru dalam aksi ketegangan rasial di AS. Ketegangan dipicu munculnya video yang memperlihatkan polisi menembak pria kulit hitam pada Minggu 23 Agustus.
 
Dalam video terlihat polisi melepaskan tujuh tembakan ke arah Blake dari arah belakang. Korban diterbangkan ke rumah sakit Milwaukee dengan menggunakan helikopter. Saat kejadian, tiga anak Blake berada di dalam mobil tak jauh dari lokasi penembakan.
 
Ben Crump, pengacara keluarga Blake, mengatakan bahwa kliennya mengalami kelumpuhan usai tujuh kali ditembak polisi. Salah satu peluru mengenai bagian sumsum tulang belakang Blake.
 
(FJR)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif