Ilustrasi api./AFP
Ilustrasi api./AFP

Bocah 14 Tahun Dibakar Teman Sekelasnya dalam Pelecehan Ras di Meksiko

Marcheilla Ariesta • 13 Juli 2022 20:03
Queretaro: Seorang anak berusia 14 tahun dibakar hidup-hidup oleh teman sekelasnya. Dua teman sekelasnya dilaporkan menuangkan alkohol ke kursi Juan Zamorano di sebuah sekolah menengah di negara bagian Queretaro, Meksiko, pada Juni lalu.
 
"Saat dia sadar celananya basah dan berdiri, salah satu dari mereka membakarnya," kata keluarga Zamorano, dikutip dari NDTV, Rabu, 13 Juli 2022.
 
Akibat tindakan tersebut, Zamorano menderita luka bakar tingkat dua dan tiga. Ia baru akan keluar rumah sakit pekan ini.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Juan telah mengalami intimidasi selama berminggu-minggu karena berasal dari Masyarakat Adat Otomi. Keluarganya mengajukan gugatan terhadap tersangka penyerang dan otoritas sekolah.
 
Dengan perkiraan populasi 350.000, Otomi adalah salah satu dari puluhan kelompok Pribumi di negara Amerika Latin. Bahasa Otomi adalah bahasa ibu Juan, tapi ia tidak suka banyak berbicara karena dapat menerima ejekan, pelecehan dan intimidasi.
 
Pengacara keluarganya, Ernesto Franco mengatakan bahkan gurunya juga melecehkan Zamorano karena asal usulnya. "Dia berpikir bahwa kami bukan kelasnya, kami bukan rasnya," kata ayah Zamorano.
 
Baca juga: Manfaatkan Bocah Bikin Konten Rasis, Warga Tiongkok Ditangkap
 
Ia menilai kejadian yang menimpa anaknya sebagai percobaan pembunuhan. Guru tersebut menerima penangguhan tanpa batas waktu, sedangkan para tersangka telah diadili atas kejahatan melukai dengan disengaja.
 
Namun, anak-anak itu tidak dijatuhi hukuman pidana karena masih berusia 13 tahun. Mereka bahkan tidak cukup umur untuk masuk dalam Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LKPA).
 
Keluarga penyerang awalnya berjanji akan menanggung biaya pengobatan sebagai imbalan penyelesaian masalah secara diam-diam. Guru itu juga mengatakan, pihaknya tidak akan membantu korban bila mengajukan gugatan.
 
Presiden Meksiko, Andres Manuel Lopez Obrador, telah menanggapi kabar serangan tersebut. Dia mengatakan, kantor jaksa agung mungkin akan menangani kasus tersebut bila perlu.
 
"Satu-satunya kejahatan Juan adalah berbicara bahasa Otomi," cuit Juru Bicara Presiden Meksiko, Jesus Ramirez, dikutip dari AFP.
 
Institut Nasional Masyarakat Adat Meksiko turut mendesak pihak berwenang. Pihaknya meminta agar sanksi dijatuhkan kepada semua yang terlibat dalam kasus itu.
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif