Coretan cat merah memenuhi gedung konsulat Rusia di New York, AS, 30 September 2022. (TIMOTHY A. CLARY / AFP)
Coretan cat merah memenuhi gedung konsulat Rusia di New York, AS, 30 September 2022. (TIMOTHY A. CLARY / AFP)

Gedung Konsulat Rusia di New York Dipenuhi Coretan, Warga Dukung Pelakunya

Willy Haryono • 01 Oktober 2022 10:21
New York: Gedung konsulat Rusia di New York, Amerika Serikat (AS) dipenuhi coretan cat berwarna merah, yang diduga kuat merupakan bentuk protes terhadap invasi Presiden Vladimir Putin di Ukraina.
 
Otoritas lokal merespons adanya panggilan darurat pada Jumat dini hari sekitar pukul 01.30 waktu setempat, mengenai adanya semprotan cat merah di gedung konsulat Rusia di Upper East Side, Manhattan.
 
Seorang juru bicara polisi mengatakan bahwa vandalisme ini kemungkinan adalah sebuah "insiden bias." Sejauh ini, belum ada penangkapan apa pun.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Rosie Morse, seorang pensiunan yang tinggal di area dekat konsulat Rusia, mengatakan bahwa coretan tersebut "terlihat seperti sebuah karya seni."
 
"Coretan ini seperti mengekspresikan perasaan kami mengenai Putin, dan saya tidak dapat berkata saya tidak setuju dengan aksi ini," ucapnya kepada AFP, Jumat, 30 September 2022.
 
"Ini adalah vandalisme, tapi juga ekspresi masyarakat New York yang menyadari bahwa Putin sedang membunuh banyak orang," ujar seorang pejalan kaki lainnya, Romen Eaulin.
 
Coretan berwarna merah terang muncul beberapa jam sebelum Putin meresmikan aneksasi empat wilayah pendudukan di Ukraina dengan menandatangani sebuah "perjanjian aksesi." Putin mengatakan hasil referendum di empat wilayah tersebut -- Kherson, Zaporizhzhia, Luhansk dan Donetsk -- adalah keinginan jutaan warga di sana.
 
Baca:  Enggak Pake Lama, Ukraina Langsung Daftar NATO Usai 4 Wilayahnya Dianeksasi Rusia
 
Foto-foto gedung konsulat Rusia yang dipenuhi coretan memicu banyak respons di internet. Seorang warganet mencoba menyindir Rusia terkait referendum di empat wilayah Ukraina. "Kami telah menggelar sebuah referendum yang menentukan bahwa gedung tersebut akan selalu dipenuhi cat merah," ucapnya.
 
Warganet lainnya menulis: "Kita seharusnya menganeksasi 1/3 dari gedung itu, dan mengatakan bahwa staf konsulat di sana menginginkan kita semua untuk melakukan de-nazi-fikasi." De-nazi-fikasi merujuk pada klaim Putin bahwa ada gerakan neo-Nazi di Ukraina.
 
Benjamin Wittes, seorang jurnalis hukum dan tokoh senior di Brookings Institution, mengingatkan warga mengenai perilaku vandalisme seperti itu.
 
"Tolong jangan melakukan hal seperti itu. Saya mengerti perasaan kalian semua, saya benar-benar mengerti. Tapi diplomat-diplomat kita juga ada di Rusia, dan melindungi mereka dapat kita lakukan dengan menghormati Konvensi Wina. Tolong lakukan aksi protes kalian dalam koridor hukum," ungkapnya.
 
(WIL)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif