Menlu AS Antony Blinken. (Brendan SMIALOWSKI / POOL / AFP)
Menlu AS Antony Blinken. (Brendan SMIALOWSKI / POOL / AFP)

Blinken Desak Palestina dan Israel untuk 'Akhiri Siklus Kekerasan'

Internasional Amerika Serikat Palestina israel palestina Jalur Gaza Israel Antony Blinken Mahmoud Abbas Masjid Al-Aqsa Tepi Barat
Willy Haryono • 20 April 2022 13:58
Washington: Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Antony Blinken mendesak Palestina dan Israel untuk "mengakhiri siklus kekerasan." Pernyataan disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan antar kedua kubu selama bulan suci Ramadan.
 
Blinken menyerukan Presiden Palestina Mahmoud Abbas dan Menlu Israel Yair Lapid secara terpisah pada Selasa kemarin.
 
Dikutip dari The National News, Rabu, 20 April 2022, ia meminta keduanya untuk bekerja sama dalam mengakhiri aksi kekerasan di Israel, Tepi Barat dan juga Jalur Gaza dengan cara "menahan diri dari tindakan-tindakan yang dapat meningkatkan ketegangan."

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ketegangan terbaru antar Palestina dan Israel berpusat di kompleks Masjid Al-Aqsa, situs tersuci ketiga umat Islam, di Kota Tua Yerusalem. Pasukan Israel menyerbu warga Palestina di kompleks Masjid Al-Aqsa pekan kemarin, suatu bentuk respons atas penembakan di Tel Aviv yang menewaskan sejumlah orang sebelumnya.
 
Kepada Lapid, Blinken menekankan kembali "komitmen tak tergoyahkan" AS terhadap keamanan Israel. Ia juga mengecam beberapa serangan roket terbaru yang diluncurkan dari Gaza ke Israel.
 
Sementara kepada Abbas, Blinken menekankan komitmen AS untuk meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat Palestina.  Kepada kedua tokoh, ia kembali menyinggung Solusi Dua Negara sebagai solusi terbaik dalam menyelesaikan konflik berkepanjang Palestina-Israel.
 
Baca:  Presiden Palestina Dukung Putin yang Kecam Pendudukan Ilegal Israel
 
Sementara itu di hari yang sama, ribuan warga Israel mendatangi sebuah area permukiman yang sudah dibongkar di Tepi Barat. Mereka menyerukan agar permukiman itu dibangun kembali.
 
Pasukan keamanan Israel memblokade jalan menuju permukiman tersebut, agar para pemukim Yahudi dapat pergi ke sana. Pemblokadean juga bertujuan menghalangi agar tidak ada masyarakat Palestina yang masuk demi mencegah bentrokan.
 
Sejumlah warga Palestina memprotes blokade tersebut. Pasukan Israel meresponsnnya dengan menembakkan peluru karet dan gas air mata, yang dibalas dengan lemparan batu serta ban yang dibakar.
 
Tim medis Palestina mengaku telah mengobati setidaknya delapan warga yang terkena peluru karet dan tabung gas air mata pasukan Israel di desa Burqa, Tepi Barat.
 
Selama ini, sejumlah pemukim Yahudi berulang kali mendatangi permukiman bernama Homesh yang sudah dibongkar di tahun 2005. Permukiman itu sempat menjadi simbol pembangkangan para pemukim Yahudi yang berkukuh ingin tinggal di area tersebut.
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif