Petugas bersenjata bersiaga di lokasi penembakan massal di Highland Park, Illinois, Chicago, AS, 4 Juli 2022. (AFP)
Petugas bersenjata bersiaga di lokasi penembakan massal di Highland Park, Illinois, Chicago, AS, 4 Juli 2022. (AFP)

Lebih dari 300 Penembakan Massal Terjadi di AS Sejak Awal 2022

Willy Haryono • 05 Juli 2022 07:09
Chicago: Sebuah penembakan massal di parade hari kemerdekaan Amerika Serikat (AS) di Highland Park, Illinois, Chicago, Amerika Serikat (AS), telah menewaskan enam orang dan membuat 24 lainnya terluka, Senin, 4 Juli 2022. Tersangka melepaskan puluhan tembakan dari atap sebuah bangunan ke arah kerumunan massa.
 
Tragedi di Highland Park adalah pembunuhan massal ke-15 di tahun 2022, dan penembakan massal ke-11 di masa liburan, menurut catatan Gun Violence Archive. Sejak awal 2022 hingga kini, organisasi tersebut mencatat ada setidaknya 309 penembakan massal.
 
Gun Violence Archive mendefinisikan penembakan massal sebagai sebuah insiden di mana empat atau lebih orang ditembak atau tewas. Dalam 185 hari pertama di tahun 2022, terdapat rata-rata 11 orang ditembak atau tewas pada setiap pekannya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Masih menurut Gun Violence Archive, dikutip dari Independent, terdapat 692 penembakan massal sepanjang 2021, 610 di 2020, dan 417 di 2019.
 
Dua penembakan massal yang mengguncang AS sebelum peristiwa di Highland Park adalah yang terjadi di Buffalo dan Uvalde. Di Buffalo, setidaknya 10 individu kulit hitam tewas dalam penembakan di sebuah toko grosir.
 
Selang sepuluh hari kemudian, sebanyak 19 anak-anak dan dua guru tewas dalam penembakan massal di Uvalde, Texas. Penembakan tersebut merupakan yang paling mematikan di lingkungan sekolah AS sejak peristiwa Sandy Hook pada 2012.
 
Terlepas dari proliferasi senjata berkaliber tinggi dan berbagai aturan pengendalian senjata api, para pembuat kebijakan di AS relatif lamban dalam merespons. Secercah harapan muncul saat Kongres AS meloloskan Rancangan Undang-Undang (RUU) reformasi senjata api belakangan ini, yang telah ditandatangani Presiden AS Joe Biden.
 
"Baru-baru ini saya telah menandatangani RUU reformasi senjata api, yang meliputi aksi-aksi untuk menyelamatkan nyawa," tutur Biden.
 
"Tapi masih ada banyak pekerjaan yang harus dilakukan, dan saya tidak akan menyerang dalam melawan epidemi kekerasan senjata api," ungkapnya.
 
Baca:  Biden Terguncang atas Penembakan di Parade Hari Kemerdekaan AS
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif