Presiden AS Joe Biden. (TASOS KATOPODIS / Getty / AFP)
Presiden AS Joe Biden. (TASOS KATOPODIS / Getty / AFP)

Biden Terguncang atas Penembakan di Parade Hari Kemerdekaan AS

Willy Haryono • 05 Juli 2022 06:30
Washington: Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden "terguncang" atas terjadinya penembakan massal yang menewaskan enam orang dan melukai puluhan lainnya dalam sebuah parade hari kemerdekaan Fourth of July di luar Chicago pada Senin, 4 Juli 2022.
 
"(Ibu Negara) Jill dan Saya terguncang atas kekerasan senjata api yang lagi-lagi mendatangkan duka bagi masyarakat Amerika di Hari Kemerdekaan," ucap Biden dalam keterangan yang dirilis Gedung Putih.
 
"Seperti yang sudah-sudah, kami berterima kasih atas petugas dan aparat keamanan di lokasi," sambungnya, dikutip dari laman New York Post.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Biden menambahkan, dirinya sudah berbicara dengan Gubernur Illinois J.B. Pritzker dan Wali Kota Highland Park Nancy Rotering mengenai "dukungan penuh" federal atas penanganan penembakan ini.
 
"Saya juga mendorong aparat penegak hukum federal untuk membantu pencarian pelaku yang masih buron hingga kini. Masyarakat harus selalu mengikuti arahan otoritas setempat, dan saya akan mengawasi perkembangan situasi dan juga mendoakan mereka yang terluka di rumah sakit," sebut Biden.
 
Baca:  Pelaku Penembakan di Parade Hari Kemerdekaan AS Masih Buron
 
Penembakan massal pada Senin kemarin merupakan pembantaian besar ketiga di AS dalam dua bulan terakhir. Pada 14 Mei, seorang individu bersenjata api membunuh 10 individu kulit hitam di supermarket Buffalo, yang disebut polisi sebagai kejahatan bermotif rasial. Pada 24 Mei, 19 anak-anak dan dua guru tewas ditembak di sekolah dasar Robb Elementary School di Uvalde, Texas.
 
Dua penembakan massal itu mendorong Kongres AS untuk meloloskan Rancangan Undang-Undang (RUU) senjata api, yang telah ditandatangani Biden menjadi UU pada 25 Juni.
 
"Baru-baru ini saya telah menandatangani RUU reformasi senjata api, yang meliputi aksi-aksi untuk menyelamatkan nyawa," tutur Biden.
 
"Tapi masih ada banyak pekerjaan yang harus dilakukan, dan saya tidak akan menyerang dalam melawan epidemi kekerasan senjata api," ungkapnya.
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif