Polisi berada di lokasi pembunuhan di Nice, Prancis. Foto: AFP
Polisi berada di lokasi pembunuhan di Nice, Prancis. Foto: AFP

Tiga Tewas dalam Serangan di Prancis, Salah Satu Korban Dipenggal

Internasional prancis Kartun Nabi Muhammad Pembunuhan di Nice
Fajar Nugraha • 29 Oktober 2020 18:38
Nice: Seorang penyerang bersenjatakan pisau memenggal kepala seorang perempuan dan membunuh dua orang lainnya dalam serangan diduga terkait teroris di Nice, Prancis. Serangan terjadi pada Kamis 29 Oktober 2020 di sebuah gereja.
 
Wali Kota Nice, Christian Estrosi, yang menggambarkan serangan itu sebagai terorisme. Dia mengatakan di Twitter bahwa serangan itu terjadi di atau dekat gereja Notre Dame di kota itu dan polisi telah menahan penyerang.
 
“Salah satu orang yang terbunuh di dalam gereja diyakini sebagai sipir gereja,” kata Estrosi, seperti dikutip dari AsiaOne, Kamis 29 Oktober 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Tersangka penyerang pisau ditembak polisi saat ditahan, dia dalam perjalanan ke rumah sakit, dia masih hidup," kata Estrosi kepada wartawan.
 
“Cukup sudah. Sekarang saatnya bagi Prancis untuk membebaskan dirinya dari hukum perdamaian untuk secara definitif menghapus Islamo-fasisme dari wilayah kami,” tegas Estrosi
 
Polisi mengatakan tiga orang dipastikan tewas dalam serangan itu dan beberapa lainnya luka-luka.
 
Sumber polisi mengatakan seorang wanita dipenggal. Politisi Prancis Marine Le Pen juga berbicara tentang pemenggalan kepala yang terjadi dalam serangan itu.
 
 

Estrosi mengatakan para korban tewas dengan "cara yang mengerikan". "Metodenya cocok, tanpa diragukan lagi, yang digunakan melawan guru pemberani di Conflans Sainte Honorine, Samuel Paty," katanya, merujuk pada seorang guru Prancis yang dipenggal kepalanya awal bulan ini dalam serangan di pinggiran kota Paris.
 
Lebih lanjut Estrosi menambahkan, seorang wanita mencoba melarikan diri dari dalam gereja dan melarikan diri ke bar di seberang gedung. Departemen kejaksaan anti-teroris Prancis mengatakan telah diminta untuk menyelidiki serangan itu.
 
Polisi bersenjatakan senjata otomatis telah memasang penjagaan keamanan di sekitar gereja, yang berada di jalan Jean Medecin di Nice, jalan utama perbelanjaan kota itu. Ambulans dan kendaraan dinas pemadam kebakaran juga berada di lokasi.
 
Serangan itu terjadi saat Prancis masih belum pulih dari pemenggalan awal bulan ini terhadap guru sekolah menengah Prancis Paty oleh seorang pria Prancis imigran asal Chechnya.
 
Penyerang mengatakan dia ingin menghukum Paty karena menunjukkan kartun Nabi Muhammad kepada murid-muridnya dalam pelajaran kewarganegaraan. Tidak segera jelas apakah serangan hari Kamis itu terkait dengan kartun Nabi Muhammad.
 
Sejak pembunuhan Paty, pejabat Prancis -,yang didukung oleh banyak warga biasa- telah menegaskan kembali hak untuk menampilkan kartun, dan gambar-gambar itu telah dipajang secara luas di pawai sebagai bentuk solidaritas dengan guru yang terbunuh.
 
Itu telah memicu luapan kemarahan di beberapa bagian dunia Muslim, dengan beberapa pemerintah menuduh pemimpin Prancis Emmanuel Macron mengejar agenda antiIslam.

 
(FJR)
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif