Demonstran bentrok dengan polisi dalam unjuk rasa di Lima, Peru pada 13 November 2020. (ERNESTO BENAVIDES/AFP)
Demonstran bentrok dengan polisi dalam unjuk rasa di Lima, Peru pada 13 November 2020. (ERNESTO BENAVIDES/AFP)

Ribuan Warga Peru Desak Mundur Presiden Interim

Internasional unjuk rasa peru pemakzulan
Willy Haryono • 15 November 2020 12:00
Lima: Ribuan warga Peru berunjuk rasa di jalan dalam mendesak mundur Presiden interim Manuel Merino. Merino menjadi pelaksana tugas presiden usai mantan presiden Martin Vizcarra dimakzulkan kongres terkait dugaan korupsi dan penanganan pandemi virus korona (covid-19).
 
Demonstran memadati berbagai ruas jalan di kota Lima pada Sabtu petang. Unjuk rasa berjalan relatif damai, namun menjadi semakin intens saat memasuki malam hari.
 
Pada siang hari, ribuan demonstran yang didominasi pemuda membawa bendera Peru dan menyanyikan lagu nasional. Sebagian pengunjuk rasa menghadapi polisi dengan melemparkan batu dan kembang api, yang kemudian dibalas dengan tembakan gas air mata.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Jalannya bentrokan diwarnai suara sirene dan teriakan demonstran yang mendesak agar Marino segera mundur dari jabatannya.
 
Sebelumnya, Perdana Menteri Peru Antero Flores-Araoz mengatakan kepada awak media bahwa pemakzulan Vizcarra atas tuduhan korupsi oleh Kongres merupakan tindakan legal. Ia menegaskan bahwa Marino tidak akan mundur hanya demi memenuhi keinginan pengunjuk rasa.
 
Baca:Presiden Peru Dimakzulkan Kongres
 
"Ini semua merupakan perubahan yang konstitusional," kata Flores-Araoz, dilansir dari laman TRT World pada Minggu, 15 November 2020.
 
"Kami meminta warga untuk mengerti. Kami tidak ingin kembali terjerumus dalam kekacauan dan anarki," sambungnya.
 
Sepanjang pekan ini, beberapa aksi unjuk rasa meletus di ibu kota Peru, yang kerap berujung bentrokan antara pedemo dan aparat keamanan. Polisi menggunakan gas air mata dan peluru karet untuk meredam demo, namun sejumlah grup hak asasi manusia menilai tindakan polisi cenderung represif.
 
Marino, seorang anggota dari partai Popular Action, berencana menunjuk kabinet barunya pekan ini usai Vizcarra dimakzulkan Senin kemarin. Ia menyerukan warga Peru untuk tetap tenang, dan berjanji akan tetap menggelar pemilihan umum presiden pada April 2021.
 
(WIL)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif