Presiden Rusia Vladimir Putin (tengah) bersama PM Armenia Nikol Pashinyan (kanan) dan Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev di Sochi, 31 Oktober 2022. (Mikhail KLIMENTYEV / SPUTNIK / AFP)
Presiden Rusia Vladimir Putin (tengah) bersama PM Armenia Nikol Pashinyan (kanan) dan Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev di Sochi, 31 Oktober 2022. (Mikhail KLIMENTYEV / SPUTNIK / AFP)

Putin Coba Selesaikan Konflik Armenia dan Azerbaijan di Resor Sochi

Medcom • 01 November 2022 11:55
Sochi: Presiden Rusia Vladimir Putin mengadakan pembicaraan dengan para pemimpin Armenia dan Azerbaijan untuk mencoba menengahi penyelesaian konflik lama antara kedua negara, tetapi tidak mengumumkan terobosan.
 
Pertemuan di resor Laut Hitam Sochi milik Rusia pada 31 Oktober tersebut terjadi sebulan setelah bentrokan terburuk meledak di antara tetangga Kaukasus sejak mereka melakukan perang berdarah pada tahun 2020.
 
Setelah pertemuan dengan Perdana Menteri Armenia Nikol Pashinyan dan Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev, Putin mengatakan masih ada beberapa hambatan tersisa untuk mencapai kesepakatan damai terakhir. Ia tidak memberikan rincian lebih lanjut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Meski demikian, seperti dikutip dari laman Radio Free Europe Radio Liberty, Selasa, 1 November 2022, Putin menggambarkan pertemuan di Sochi sebagai sesuatu yang "sangat berguna."
 
Sebuah pernyataan bersama dikeluarkan setelah pembicaraan di Sochi, mengatakan bahwa Armenia dan Azerbaijan berjanji menahan diri untuk menggunakan kekuatan, merundingkan masalah berdasarkan penghormatan terhadap kedaulatan satu sama lain, integritas wilayah, dan perbatasan yang tidak dapat diganggu gugat. 
 
Dikatakan juga bahwa Armenia dan Azerbaijan akan bekerja untuk menormalkan hubungan, mendorong perdamaian dan stabilitas, serta keamanan dan pembangunan ekonomi wilayah mereka.
 
Armenia dan Azerbaijan telah terikat dalam konflik atas wilayah sengketa Nagorno-Karabakh. Separatis yang didukung Armenia merebut Nagorno-Karabakh yang dihuni penduduk mayoritas Armenia dari Azerbaijan selama perang di awal tahun 1990-an yang menewaskan sekitar 30 ribu orang.
 
Kedua belah pihak kembali terlibat perang pada 2020 yang berlangsung selama enam minggu dan menewaskan ribuan orang di kedua belah pihak, sebelum akhirnya ada gencatan senjata yang ditengahi oleh Rusia.
 
Perang tersebut mengakibatkan Armenia kehilangan kendali atas beberapa bagian Nagorno-Karabakh, yang diakui komunitas internasional sebagai bagian dari Azerbaijan, dan tujuh distrik yang berdekatan.
 
Di bawah gencatan senjata, Rusia mengerahkan sekitar 2.000 tentara ke Nagorno-Karabakh untuk bertugas sebagai penjaga perdamaian. Sementara itu menjelang pembicaraan, Pashinyan mengatakan dirinya siap memperpanjang kehadiran penjaga perdamaian Rusia hingga dua dekade lagi untuk pembicaraan di Sochi.
 
"Saya siap menandatangani dokumen di Sochi yang memperpanjang mandat pasukan penjaga perdamaian selama 10, 15, atau 20 tahun," ujarnya.
 
Bulan lalu saja, diketahui 286 orang tewas dalam konflik bergejolak di Nagorno-Karabakh. (Gabriella Carissa Maharani Prahyta)
 
Baca:  Armenia-Azerbaijan Sepakati Gencatan Senjata, Bentrokan Terbaru Tewaskan 155 Orang
 
(WIL)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif