Seorang pedemo yang terluka dibawa ke rumah sakit di Swedia. Foto: AFP
Seorang pedemo yang terluka dibawa ke rumah sakit di Swedia. Foto: AFP

3 Terluka dalam Protes Terkait Pembakaran Al-Quran di Swedia

Internasional Kerusuhan alquran islam swedia
Fajar Nugraha • 18 April 2022 14:40
Norrkoping: Protes berlanjut di Swedia saat tokoh sayap kanan membakar salinan kitab suci umat Islam, Al-Quran. Tiga orang dilaporkan terluka dalam kejadian ini.
 
“Sebanyak tiga orang terluka pada Minggu di kota Norrkoping di Swedia timur ketika polisi dilaporkan menembaki para perusuh selama protes menentang pembakaran Al-Quran,” sebut pihak keamanan Swedia, dikutip dari AFP, Senin 18 April 2022.
 
Pada Kamis 14 April, Rasmus Paludan, pemimpin partai sayap kanan Stram Kurs (Garis Keras), membakar kitab suci umat Islam di Linkoping selatan. Paludan juga mengancam akan membakar salinan Al-Quran selama demonstrasi ekstremis.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Indonesia Kecam Aksi Pembakaran Al-Quran di Swedia.
 
“Menyusul provokasi, protes terus berlanjut di beberapa bagian negara itu,” lapor harian Swedia Expressen.
 
Dalam sebuah pernyataan, Kepolisian Norrkoping mengklaim bahwa petugas melepaskan tembakan ke udara untuk menghentikan para demonstran menyerang polisi dan bahwa mereka yang terluka tampaknya terkena peluru yang memantul dan sekarang dirawat di rumah sakit.
 
Kerusuhan pecah di kota Malmo, Norrkoping dan Jönköping serta di ibu kota Stockholm, menyebabkan 125 kendaraan polisi rusak dan 34 petugas terluka. Sementara 13 orang lainnya ditahan dalam kejadian ini.

Kecaman

Segera setelah aksi yang dilakukan oleh Paludan, Indonesia mengecam keras tindakannya.
 
"Indonesia mengecam aksi pembakaran kitab suci Al-Quran di Swedia oleh Rasmus Paludan, seorang politisi Denmark, di kota Linkoping dan Norkoping," kata Kemenlu RI dalam pernyataannya, Sabtu, 16 April 2022.
 
"Rasmus Paludan melakukan aksi penistaan kitab suci serupa pada tanggal 15 April 2022 di kota Rinkeby dan Orebro, Swedia," sambung mereka.
 
Kemenlu mengatakan, hal tersebut tidak dapat dibenarkan. "Menggunakan argumentasi kebebasan berekspresi untuk melecehkan agama dan kepercayaan satu kelompok adalah tindakan yang tidak bertanggung jawab dan terpuji," tegas Kemenlu.
 
Sementara itu, KBRI Stockholm meminta seluruh WNI dan diaspora Indonesia di Swedia untuk tidak terpancing. "Dan menghindari perbuatan yang berpotensi dapat melanggar hukum dan peraturan di Swedia," tambah Kemenlu.
 
Arab Saudi juga turut menyuarakan rasa ketidakpuasannya.  Pihak Arab Saudi menentang keras penghinaan terhadap Al-quran, provokasi, dan hasutan terhadap umat Islam oleh ekstremis di Swedia. 
 
Baca: Arab Saudi Kecam Pembakaran Terhadap Al-Quran di Swedia.
 
Kementerian Luar Negeri Arab Saudi melalui sebuah pernyataan menekankan pentingnya upaya bersama untuk menyebarkan nilai-nilai dialog.
 
Pihak Arab Saudi menegaskan perlunya mengimplementasikan toleransi, hidup berdampingan, menjauhi kebencian, dan mencegah penyalahgunaan seluruh agama serta tempat-tempat suci.
 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif