Seorang pekerja tengah mempersiapkan makam untuk sebuah keluarga di kota Bucha, Ukraina, 22 April 2022. (Sergei SUPINSKY / AFP)
Seorang pekerja tengah mempersiapkan makam untuk sebuah keluarga di kota Bucha, Ukraina, 22 April 2022. (Sergei SUPINSKY / AFP)

ICC Bergabung dengan Uni Eropa Selidiki Dugaan Kejahatan Perang di Ukraina

Internasional ukraina rusia uni eropa Rusia-Ukraina Perang Rusia-Ukraina Rusia vs Ukraina
Marcheilla Ariesta • 26 April 2022 13:48
Den Haag: Kepala Jaksa Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) Karim Khan akan bergabung dengan tim investigasi Uni Eropa (UE) untuk menyelidiki kemungkinan kejahatan yang dilakukan di Ukraina. Hal ini disampaikan badan kerja sama yudisial UE.
 
"Kantor Kejaksaan ICC di Den Haag akan menjadi peserta dalam tim investigasi gabungan (JIT) atas dugaan kejahatan internasional inti yang dilakukan di Ukraina," kata Eurojust dalam sebuah pernyataan, dilansir dari Al Jazeera, Selasa, 26 April 2022.
 
Khan telah menandatangani perjanjian dengan jaksa agung Lithuania, Polandia dan Ukraina untuk mengambil bagian dalam tim investigasi gabungan. Nantinya, mereka akan menyelidiki kemungkinan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan yang dilakukan sejak invasi Rusia pada 24 Februari.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Eurojust mengatakan, perjanjian tersebut bertujuan untuk memfasilitasi penyelidikan dan penuntutan di negara-negara terkait serta yang dapat diajukan ke hadapan ICC.
 
"Dengan perjanjian ini, pihak JIT dan Kantor Kejaksaan mengirimkan pesan yang jelas bahwa semua upaya akan dilakukan untuk mengumpulkan bukti secara efektif tentang kejahatan internasional inti yang dilakukan di Ukraina dan membawa mereka yang bertanggung jawab ke pengadilan," sambung mereka.
 
Dua pekan lalu, Khan mengunjungi kota Bucha -- tempat dugaan terjadinya genosida warga sipil yang disebut Ukraina telah dilakukan pasukan Rusia.
 
Baca:  Ratusan Mayat Ditemukan di Jalanan Kota Bucha Ukraina
 
"Ukraina adalah tempat kejadian perkara. Kami di sini karena kami memiliki alasan masuk akal untuk percaya bahwa terjadi telah kejahatan (perang)," ujarnya kala itu kepada awak media.
 
Rusia membantah bertanggung jawab atas kematian di kota Bucha. Presiden Vladimir Putin menyebut laporan mengenai tentara Rusia yang menembak warga sipil di kota tersebut adalah berita palsu.
 
Awal bulan lalu, Khan membuka penyelidikan atas kemungkinan kejahatan perang yang dilakukan di Ukraina. Penyelidikan ini menyusul permintaan dari sejumlah negara anggota ICC.
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif