Sekjen PBB Antonio Guterres. (AFP)
Sekjen PBB Antonio Guterres. (AFP)

Sekjen PBB Berdiskusi dengan Israel dan Palestina Terkait Ketegangan Al-Aqsa

Internasional Palestina pbb israel palestina Israel Sekjen PBB Masjid Al-Aqsa
Willy Haryono • 24 April 2022 12:00
New York: Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres mendiskusikan meningkatnya ketegangan di sekitar kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem dengan pemimpin Palestina dan juga Israel dalam sambungan telepon terpisah pada Sabtu, 23 April.
 
Dalam pernyataan resmi usai menelepon Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas dan Perdana Menteri Israel Naftali Bennett, PBB mengatakan bahwa Guterres telah mendiskusikan "langkah-langkah untuk menurunkan ketegangan, mengakhiri provokasi dan aksi sepihak, serta memulihkan ketenangan."
 
Lebih dari 200 orang, sebagian besarnya warga Palestina, terluka akibat bentrok dengan pasukan Israel dalam sepekan terakhir. Bentrokan dipicu penyerbuan pasukan Israel ke kompleks Masjid Al-Aqsa, situs suci bagi Muslim dan Yahudi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pasukan Israel mengaku melakukan penyerbuan dalam rangka memburu pelaku aksi penembakan di Tel Aviv yang telah menewaskan sejumlah warga sipil beberapa hari sebelumnya.
 
Warga Palestina geram dengan kedatangan personel keamanan Israel dalam jumlah besar ke kompleks Masjid Al-Aqsa. Mereka juga tak terima dengan kedatangan kelompok Yahudi, yang hampir selalu berujung dengan pelemparan batu atau aksi kekerasan lainnya.
 
"Guterres menekankan kembali bahwa status quo di Situs Suci (Yerusalem) harus ditegakkan dan dihormati," ujar pernyataan PBB, dikutip dari Al Arabiya, Minggu, 24 April 2022.
 
Bentrokan di kompleks Masjid Al-Aqsa dikhawatirkan dapat terus meningkat hingga berujung konflik terbuka. Tahun lalu, bentrokan semacam itu berujung pada perang selama 11 hari antara pasukan Israel dan kelompok Hamas di Jalur Gaza.
 
Hamas beberapa kali meluncurkan roket ke arah Israel sebagai balasan atas penyerbuan ke Al-Aqsa. Alih-alih melancarkan serangan balasan, Israel memilih menutup Perlintasan Erez yang menghubungkan wilayahnya dengan Jalur Gaza.
 
Penutupan perlintasan dinilai Israel sebagai sanksi ekonomi, karena semua pekerja dan pedagang asal Gaza tidak bisa menggunakannya untuk menyeberangi perbatasan.
 
Baca:  Israel akan Tutup Perbatasan Erez dari Jalur Gaza usai Serangan Roket
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif