Mantan Raja Spanyol, Juan Carlos. Foto: AFP
Mantan Raja Spanyol, Juan Carlos. Foto: AFP

Mantan Raja Spanyol Pulang Setelah Dua Tahun Pengasingan

Medcom • 19 Mei 2022 19:07
Madrid: Mantan Raja Spanyol, Juan Carlos, akan kembali ke negaranya pekan ini setelah hampir dua tahun pengasingan di Uni Emirat Arab (UEA).
 
Ia meninggalkan Spanyol ketika dirinya dikaitkan dengan penyelidikan dugaan korupsi. Namun, tiga penyelidikan terhadap pria berusia 84 tahun tersebut dihentikan pada bulan Maret, sehingga membuka jalan baginya untuk pulang.
 
Mantan raja itu akan tiba di Spanyol pada Kamis, 19 Mei 2022, kemudian kembali ke UEA pada Senin, 23 Mei 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ia berencana menghabiskan waktu bersama keluarganya di Sanxenxo. Ia juga hendak mengunjungi anaknya, Raja Felipe VI, di ibu kota, Madrid,” sebut laporanYahoo News.
 
Istana Spanyol menyebut perjalanan ini merupakan bagian dari “keinginannya untuk mengunjungi keluarga dan teman-teman secara rutin di Spanyol” secara tertutup.
 
Kembalinya eks raja tersebut dilakukan setelah ia menyatakan akan pulang ke Spanyol “pada waktu yang tepat” setelah kantor jaksa agung menghentikan penyelidikan terhadapnya. Hal ini disampaikan melalui surat kepada putranya Maret lalu.
 
Saat surat itu keluar, pemerintah Spanyol mengatakan Juan Carlos harus menjelaskan masalah ekonominya kepada masyarakat.
 
Juan Carlos turun takhta tahun 2014 setelah hampir 40 tahun berkuasa, lalu menyerahkan kekuasaan kepada anaknya, Felipe.
 
Keputusannya menyerahkan takhta diambil setelah adanya penyelidikan korupsi yang melibatkan suami putrinya dan kontroversi berburu gajah yang dilakukannya saat krisis keuangan Spanyol.
 
Pada Juni 2020, Mahkamah Agung Spanyol meluncurkan penyelidikan terhadap dugaan keterlibatan Juan Carlos dalam kontrak kereta api kecepatan tinggi di Arab Saudi.
 
Ia membantah semua tuduhan dan bersikeras dirinya bersedia diwawancara para jaksa. Tapi bulan Agustus tahun itu, ia pergi ke UEA dan sejak itu tinggal di sana.
 
Rencana kunjungannya dikritik oleh partai sayap kiri, Podemos, yang merupakan bagian dari pemerintah koalisi. (Kaylina Ivani)
 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif