Mantan Raja Spanyol Juan Carlos I tersandung dugaan kasus korupsi. Foto: AFP
Mantan Raja Spanyol Juan Carlos I tersandung dugaan kasus korupsi. Foto: AFP

Juan Carlos, Raja Populer yang Tersandung Kasus Korupsi

Fajar Nugraha • 04 Agustus 2020 08:17
Madrid: Juan Carlos naik takhta Raja Spanyol pada 1975 setelah kematian diktator fasis Francisco Franco. Bangsawan berusia 82 tahun itu telah memerintah selama 38 tahun sebelum menyerahkan takhta kepada Felipe VI pada Juni 2014.
 
Baca: Diduga Korupsi, Mantan Raja Spanyol Asingkan Diri ke Luar Negeri.
 
Sebagai raja, Juan Carlos I adalah tokoh yang populer selama beberapa dekade. Dirinya memainkan peran penting dalam transisi demokrasi dari kediktatoran Franco yang memerintah Spanyol 1939-1975.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Situs Royal House Kerajaan Spanyol, yang menerbitkan surat pengasingan dari Juan Carlos I, mencatat bahwa Felipe ingin menekankan pentingnya sejarah "pemerintahan ayahnya dalam pelayanan Spanyol dan demokrasi”.
 
Penyelidikan kasus korupsi dibuka di Spanyol pada September 2018 setelah publikasi catatan yang dikaitkan dengan pengusaha Jerman Corinna Larsen. Larsen selama ini diduga mantan simpanan dari Juan Carlos.
 
Dia mengklaim dia telah menerima komisi ketika konsorsium perusahaan Spanyol memenangkan kontrak kereta berkecepatan tinggi untuk menghubungkan kota-kota suci Muslim di Mekkah dan Madinah di Arab Saudi.
 
Larsen mengatakan kepada penyelidik Swiss bahwa Juan Carlos telah mentransfer hampir 65 juta Euro atau sekitar Rp1,1 triliun kepada diri nya di Bahama. “(Transfer) itu bukan untuk menghilangkan uang, tetapi karena rasa terima kasih dan karena cinta,” menurut harian El Pais, seperti dikutip AFP, Selasa 4 Agustus 2020.
 
Media Swiss melaporkan Maret lalu bahwa Juan Carlos menerima transfer USD100 juta atau Rp1,4 triliun ke rekening bank Swiss milik Yayasan Panama oleh mendiang Raja Saudi Abdullah pada 2008.
 
Bulan yang sama The Daily Telegraph di Inggris melaporkan bahwa Felipe VI juga merupakan penerima manfaat dari yayasan tersebut.
 
Raja menarik tunjangan kerajaan tahunan untuk ayahnya sebesar hampir 200.000 Euro atau sekitar Rp3,4 miliar. Raja Felipe juga menarik diri dari warisannya "untuk melestarikan teladan bagi monarki”.
 
Media El Espanol melaporkan bahwa pengacara Swiss Dante Canonica mengatakan kepada kantor kejaksaan umum Jenewa bahwa ia telah diperintahkan untuk membuat struktur untuk menyembunyikan dana yang dibayarkan kepada Juan Carlos.
 
Dugaan kasus korupsi yang dialami oleh Juan Carlos amat disayangkan oleh warga. Pelaku industri kehumasan Inigo Inchaurraga mengatakan, "Ke mana pun dia pergi, dia harus membayar untuk apa yang telah dia lakukan”.
 
Ini memalukan karena dia melakukan banyak hal untuk Spanyol, tetapi jelas bahwa pada suatu saat dalam karirnya dia menjadi korup,” ungkap pria berusia 33 tahun itu.
 
Pengacara Juan Carlos, Javier Sanchez-Junco, mengeluarkan pernyataan Senin mengatakan kliennya tidak berusaha untuk melarikan diri dari keadilan dengan pergi ke pengasingan dan akan tetap bersedia menghadapi jaksa penuntut.
 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif