Menteri Luar Negeri Retno Marsudi. (Twitter/Menlu_RI)
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi. (Twitter/Menlu_RI)

Menlu Retno Ajak Dunia Bersatu Pulihkan Rantai Pasok Pangan Global

Willy Haryono • 26 Juni 2022 09:07
Berlin: Menteri Luar Negeri Retno Marsudi bersama Menlu Jerman, Prancis, Menlu Amerika Serikat, dan Senegal telah memimpin bersama Ministerial Conference on Uniting for Global Food Security yang diselenggarakan Jerman selaku Presiden G7 di Berlin secara hibrida pada Jumat, 24 Juni.
 
Dalam konferensi yang dihadiri lebih dari 25 negara tersebut, Menlu Retno menegaskan bahwa perang selalu menjadi tragedi kemanusiaan dan dampaknya tidak terbatas pada satu wilayah saja. Perang yang saat ini terjadi (di Ukraina) telah menghancurkan sistem pangan global yang sebelumnya sudah dilemahkan pandemi dan perubahan iklim.
 
"Di waktu yang sulit ini, dunia tidak punya pilihan lain selain bersatu untuk memulihkan ketahanan pangan global," tegas Menlu Retno, dalam keterangan di situs Kementerian Luar Negeri, Minggu, 26 Juni 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Terkait hal ini, Menlu Retno menyampaikan dua hal penting untuk dilakukan dalam jangka pendek. Pertama, seraya tetap menegakkan hukum internasional, masyarakat global tidak boleh menyerah untuk menemukan solusi damai di Ukraina.
 
"Perang ini harus segera dihentikan, dan seluruh pihak harus berkontribusi pada tujuan ini," sebut Menlu Retno.
 
Kedua, pulihkan rantai pasok pangan global. Dampak perang terhadap pangan dan pupuk sangat jelas. Bila komunitas internasional gagal mengatasi krisis pupuk, maka akan terjadi krisis beras yang menyangkut nasib lebih dari 2 miliar penduduk dunia.
 
Solusi efektif terhadap krisis pangan ini menuntut dilakukannya reintegrasi produksi pangan Ukraina dan produksi pangan serta pupuk Rusia pada pasar dunia, terlepas dari perang.
 
"Perlu diamankan sebuah grain corridor dari Ukraina, dan dibukanya ekspor pangan dan pupuk dari Rusia. Seluruh negara harus menahan diri dari tindakan yang semakin memperburuk krisis pangan ini," jelas Menlu Retno.
 
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa dunia perlu berkolaborasi melakukan 3 hal, yaitu:
  1. Mendorong investasi yang dapat meningkatkan produktivitas pertanian;
  2. Mendiversifikasi produksi dan impor pangan; dan
  3. Mendorong perdagangan produk pertanian yang non-diskriminatif.

Di akhir pernyataannya, Menlu Retno menyatakan pentingnya berpacu dengan waktu dan dunia harus bertindak sekarang juga.
 
Ministerial Conference on Uniting for Global Food Security merupakan pertemuan yang diinisiasi Jerman sebagai pemegang Presidensi G7 tahun 2022. Pertemuan ini dihadiri oleh Menteri Luar Negeri, Menteri Pertanian, dan Menteri Pembangunan dari berbagai negara G7, negara anggota Champions of Global Crisis and Response Group dan sejumlah negara donor, serta perwakilan Organisasi Internasional.
 
Baca:  Kenaikan Harga Pangan dan Energi di Indonesia Lebih Rendah Dibanding Negara Lain
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif