Mobil polisi berada di sebuah lokasi kejahatan di Rochester, New York. (Foto: AFP)
Mobil polisi berada di sebuah lokasi kejahatan di Rochester, New York. (Foto: AFP)

Polisi New York Didakwa atas Tuduhan Espionase untuk Tiongkok

Internasional amerika serikat as-tiongkok
Willy Haryono • 22 September 2020 11:17
New York: Otoritas Amerika Serikat mendakwa seorang anggota Kepolisian New York (NYPD) atas tuduhan espionase. Ia dituding secara diam-diam telah mengumpulkan informasi seputar komunitas Tibet di New York untuk Pemerintah Tiongkok.
 
Menurut surat dakwaan yang dirilis pada Senin 21 September, polisi bernama Baimadajie Angwang bekerja sama dengan sejumlah diplomat di gedung Konsulat Tiongkok di New York.
 
Lahir di Tiongkok, Angwang telah mendapat suaka politik di AS. Ia mengaku pernah disiksa otoritas Tiongkok karena merupakan keturunan etnis Tibet.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Melalui beberapa kontak di komunitas Tibet di New York, pria 33 tahun itu mengumpulkan banyak informasi antara tahun 2018 dan 2010. Masih dalam surat dakwaan, Angwang juga telah mengizinkan beberapa diplomat Tiongkok untuk menghadiri sejumlah acara yang digelar NYPD.
 
Pemerintah Tiongkok diduga telah membayar puluhan ribu dolar kepada Angwang atas informasi seputar komunitas Tibet di New York.
 
"Dia telah melanggar berbagai sumpah jabatan di negara ini. Pertama, sumpahnya terhadap AS, kedua kepada Militer AS, dan ketiga kepada kepolisian," ujar Komisaris Polisi NYPD Dermot Shea, dilansir dari TRT World, Selasa 22 September 2020.
 
Seorang juru bicara jaksa federal Brooklyn mengatakan kepada media AFP bahwa Angwang telah dibawa ke hadapan hakim dan dimasukan dalam tahanan pada Senin kemarin.
 
Menurut NYPD, saat ini Angwang berstatus diberhentikan sementara tanpa digaji.
 
Meski Angwang mengaku disiksa otoritas Tiongkok karena etnisnya, investigasi menemukaan dugaan bahwa kedua orang tuanya adalah anggota Partai Komunis Tiongkok.
 
"Jika hal ini terbukti di pengadilan, maka Partai Komunis Tiongkok terlibat dalam berbagai operasi yang tak hanya di Tibet, tapi di wilayah mana pun di dunia," sebut International Campaign for Tibet, sebuah grup pendukung hak dan kebebasan etnis Tibet.
 
Setelah mengizinkan Tibet menjadi wilayah otonom pada 1912-1950, Tiongkok kembali mengambil kendali atas wilayah itu pada 1951. Pemimpin spiritual Tibet, Dalai Lama, telah hidup terasing sejak 1959.
 
(WIL)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif