Direktur FBI Christopher Wray. (Foto: Olivier Douliery/AFP/Getty)
Direktur FBI Christopher Wray. (Foto: Olivier Douliery/AFP/Getty)

FBI Sebut Tiongkok Ancaman Jangka Panjang AS

Internasional amerika serikat as-tiongkok
Willy Haryono • 08 Juli 2020 11:58
Washington: Direktur Biro Investigasi Federal (FBI) Christopher Wray mengatakan bahwa aksi spionase dan pencurian yang dilakukan Pemerintah Tiongkok merupakan "ancaman jangka panjang" bagi masa depan Amerika Serikat.
 
Berbicara kepada Hudson Institute di Washington, Wray mendeskripsikan adanya "kampanye gangguan bercabang" yang dilancarkan Tiongkok terhadap AS.
 
Ia mengatakan Beijing mulai membidik warga Tiongkok yang tinggal di luar negeri dan memaksa mereka untuk pulang. Wray juga menuding Tiongkok tengah berusaha mengganggu jalannya riset pengembangan vaksin virus korona (covid-19) di AS.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ancamannya tidak bisa lebih tinggi lagi dari saat ini," kata Wray, merujuk pada tudingannya atas aktivitas Tiongkok terhadap AS.
 
"Tiongkok sedang melakukan upaya berskala nasional untuk menjadi satu-satunya superpower dengan cara apa pun," tambah dia, dilansir dari laman BBC, Rabu 8 Juli 2020.
 
Dalam pidato selama lebih kurang satu jam, Wray menggarisbawahi intervensi Tiongkok dalam kampanye espionase ekonomi, pencurian data moneter, penyuapan, dan pemerasan untuk memengaruhi kebijakan AS.
 
"Saat ini kami sudah mencapai titik di mana FBI membuka kasus seputar intelijen Tiongkok setiap 10 jam sekali," ungkap Wray. "Dari sekitar 5.000 kasus aktif intelijen yang saat ini berlangsung di seantero AS, hampir separuhnya terkait Tiongkok," ungkapnya.
 
Wray menambahkan, Presiden Tiongkok Xi Jinping telah meluncurkan program bernama "Fox Hunt," yang didesain untuk memburu warga Negeri Tirai Bambu di luar negeri yang dianggap sebagai ancaman bagi Beijing.
 
"Mereka yang dibidik termasuk rival politik dan kritikus yang berusaha membongkar pelanggaran hak asasi manusia di Tiongkok," sebut Wray. "Pemerintah Tiongkok ingin memaksa mereka semua untuk pulang," lanjutnya.
 
Hingga saat ini, Pemerintah Tiongkok belum merespons tudingan yang dilontarkan Wray.
 
(WIL)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif